
Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (24/3/2021) turun ke posisi terendah 11 pekan yang mendekati posisi support kuat hariannya setelah sesi sebelumnya terjun ke terendah 6 pekan. Pair tertekan oleh anjloknya kembali perdagangan set risiko yang angkat dolar AS hingga ke posisi tertinggi 3 pekan.
Terdapat sentimen positif dari laporan ekonomi yang memberi tenaga untuk rebound, laporan flash PMI manufaktur dan service Australia untuk bulan Maret alami kenaikan dari bulan sebelumnya. Namun menurunnya data surplus perdagangan barang Australia memberikan batasan.
Tekanan perdagangan aset risiko datang dari kekhawatiran gelombang lanjutan covid-19 dan perlambatan vaksinasi negara kawasan Uni Eropa, yang sebelumnya sudah dibebani oleh sanksi negara barat seperti Australia, AS, Canada dan Eropa kepada China terkait dugaan pelanggaran HAM di Uighur.
Sebagai kurs komoditas, pair mendapat tekanan dari turunnya kembali harga minyak mentah hingga anjlok 6% lebih. Harga minyak mentah anjlok oleh pergerakan kuat dolar AS dan kekhawatiran demand dari Eropa. Kurs komoditas juga dibebani oleh anjlokna harga komoditas unggulan mereka seperti tembaga dan bijih besi.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang bergerak turun di pasar uang Asia setelah dibuka lebih tinggi sebelumnya. Dolar AS mendapat kekuatan dari bangkitnya perdagangan safe haven, kemudian kini sedang terkoreksi oleh turunnya yield obligasi AS.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD rebound, pair yang kini berada pada posisi 0.7610 berusaha naik ke posisi pivot dan jika tembus mendaki ke posisi R1 hingga R2. Namun jika terkoreksi kembali, pair lanjut turun ke posisi 0.7598 sebelum mendekati S1 dan juga S2.

Diunggah ulang dari Vibiznews, Semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發