Nilai tukar dolar Australia menguat melawan rupiah pada perdagangan Jumat (26/3/2021). Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir Mata Uang Kanguru ini terus melemah di saat rupiah juga sedang tertekan.
Pada pukul 10:46 WIB, AU$ 1 setara Rp 10.976,5, dolar Australia menguat 0,44% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Dalam 6 hari perdagangan sebelumnya, dolar Australia melemah sebanyak lima kali, dengan total penurunan 2,8%.

Secara teknikal, ada sinyal penurunan lebih jauh dolar Australia. Jika dilihat dari grafik harian dolar Australia melawan rupiah atau yang disimbolkan AUD/USD membentuk pola Double Top, yang merupakan sinyal penurunan harga.
Neckline pola ini berada di kisaran Rp 10.890/AU$. Jarak dari puncak ke neckline tersebut sekitar Rp 380. Sehingga jika neckline Rp 10.890/AU$ berhasil ditembus secara konsisten, maka dolar Australia secara teknikal berisiko turun sebesar Rp 380 ke Rp 10.510/AU$.
Dolar Australia belakangan ini tertekan penurunan harga komoditas, termasuk bijih besi.
Bijih besi merupakan komoditas ekspor utama Australia, harganya sedang ambrol, di awal pekan ini merosot 4,38%, sementara Selasa lalu anjlok lagi 4,54%, dan baru naik tipis-tipis 2 hari terakhir.

Dolar Australia merupakan salah satu mata uang yang pergerakannya memiliki korelasi positif yang kuat dengan harga komoditas. Sebab pendapatan negara Australia sangat besar dari ekspor komoditas.
Bijih besi berkontribusi sekitar 15% dari total ekspor Australia, sehingga harganya yang melesat tentunya akan meningkatkan pendapatan ekspor.
Selain itu, sektor pertambangan juga berkontribusi 10,4% terhadap produk domestik bruto (PDB) Australia, menjadi yang paling besar dibandingkan sektor lainnya.
Oleh karena itu, harga komoditas memiliki korelasi positif yang kuat dengan dolar Australia.
Diunggah ulang dari cnbcindonesia ,semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發