Rilis data Non-farm Payrolls (NFP) selalu mengakibatkan gejolak harga besar di pasar forex. NFP memiliki relevansi sangat besar sebagai salah satu barometer kesehatan ekonomi Amerika Serikat, dan disoroti oleh banyak pihak. Analis, trader, investor, maupun spekulan, selalu memantau apakah NFP sesuai dengan estimasi atau tidak. Simpulan akhirnya bisa mendorong mereka untuk membuat keputusan dalam waktu singkat, sehingga berdampak pada terjadinya perubahan harga secara drastis yang kadang-kadang tak sepenuhnya rasional.
Bagi trader forex, gejolak harga yang ditimbulkan oleh rilis data NFP merupakan kesempatan emas untuk menggemukkan pundi-pundi. Pertanyaanya, bagaimana cara mengambil peluang profit saat Non-farm Payrolls dirilis? Mari simak bersama beberapa tips berikut ini:
1. Perhatikan Jadwal Rilis Data NFP
Tahukah Anda, kapan data Non-farm Payrolls dirilis? Data ini dirilis oleh US Bureau of Labor Statistics (BLS) pada hari Jumat pertama setiap bulan pada pukul 19:30 WIB. Namun, jadwal ini bisa berubah (dimajukan ataupun diundur) apabila bertepatan dengan libur nasional atau insiden tertentu di Amerika Serikat. Oleh karena itu, Anda bukan hanya perlu menghafalkan jadwal baku-nya saja. Sebaiknya, periksalah kalender forex sejak beberapa hari sebelum rilis NFP, untuk memastikan bahwa tanggal dan waktu publikasinya tidak berubah.

2. Tentukan Pair yang Cocok Untuk Trading NFP
Setelah menentukan waktu trading, tentukan pair forex apa yang akan Anda tradingkan. Biasanya, ada tiga pair forex yang dipilih oleh trader sedunia untuk mengambil peluang profit saat Non-farm Payrolls dirilis, yaitu EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY. Anda bisa memilih ketiganya ataupun hanya salah satu saja. Bagi trader forex yang menyukai risiko, maka pair GBP/USD merupakan opsi terbaik, karena sering menunjukkan fluktuasi harga paling besar. Bagi trader forex yang memilih untuk lebih berhati-hati, EUR/USD dan USD/JPY bisa jadi pilihan berikutnya.

3. Tentukan Arah Pasar Saat Rilis Non-farm Payrolls
Angka Non-farm Payroll yang lebih tinggi merupakan indikasi bagus bagi kondisi ekonomi Amerika Serikat. Sebaliknya, angka Non-farm Payroll yang lebih rendah merupakan pertanda buruk. Akan tetapi, pelaku pasar forex tidak akan bereaksi hanya berdasarkan kenaikan atau penurunan angka Non-farm Payroll yang dirilis bulan ini dibandingkan bulan lalu saja.
Untuk menentukan reaksi pelaku pasar forex saat Non-farm Payrolls dirilis, perhatikan empat pertanyaan berikut ini:
- Apakah Non-farm Payroll lebih rendah atau lebih tinggi dibandingkan estimasi ekonom? Menjelang rilis data Non-farm Payrolls, kantor berita terkemuka Reuters atau Bloomberg pasti melakukan survei kepada para ekonom mengenai berapa besar estimasi data NFP mereka. Hasilnya berupa angka estimasi konsensus. Jika rilis data NFP aktual lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus, maka Dolar AS bakal langsung menguat pesat. Sebaliknya, jika data NFP lebih rendah dibandingkan estimasi konsensus, maka pelaku pasar bakal langsung menjual Dolar AS.
- Apakah Non-farm Payroll lebih tinggi dari 200,000? Apabila data NFP lebih tinggi dari 200,000, maka Dolar AS akan menguat, walaupun angka aktual sedikit lebih rendah dibandingkan estimasi ekonom.
- Apakah Non-farm Payroll lebih rendah dari 100,000? Apabila data NFP lebih rendah dari 100,000, maka Dolar AS akan melemah, walaupun angka aktual sedikit lebih tinggi dibandingkan estimasi ekonom.
- Apakah Non-farm Payroll sesuai estimasi ekonom dan atau berada diantara 100,000-200,000? Jika demikian, maka rilis data NFP tersebut akan ditanggapi beragam oleh pelaku pasar. Kinerja Dolar AS terhadap beragam mata uang mayor pun akan cenderung berbeda-beda; bisa jadi melemah terhadap sebagian mata uang, tetapi menguat terhadap sebagian lainnya. Pelaku pasar juga bisa menengok data-data lain yang dirilis dalam waktu bersamaan dengan NFP untuk menentukan arah, seperti tingkat pengangguran (Unemployment Rate), pertumbuhan gaji (Average Hourly Earnings), dan tingkat partisipasi angkatan kerja (Participation Rate).
4. Tentukan Strategi Trading NFP Anda
Ada banyak sekali strategi trading NFP yang dipraktekkan oleh para trader forex. Namun, semua strategi itu secara umum dapat dibagi tiga: Straddle Stop, Trade The Number dan Fade The News. Berikut ini uraian selengkapnya:
- Straddle Stop: Untuk strategi trading NFP ini, Anda perlu membuat sebuah “jebakan”. Bukalah platform trading GBP/USD pada timeframe 15 menit. Sekitar 5-10 menit sebelum rilis data NFP, buatlah pending order dengan jarak sekitar 20 pips di atas dan di bawah harga saat itu. Setelah data NFP dirilis, harga akan bergolak hingga memicu salah satu pending order. Setelah satu pending order terkena, segera batalkan pending order yang satunya lagi. Close posisi setelah mencapai target profit, atau secara manual jika Anda merasa pergerakan harga akan berbalik. Kelihatannya mudah dan murah, tetapi berisiko besar karena pergolakan harga bisa jadi sangat acak hingga kedua pending order terpicu dengan cepat tanpa Anda mampu mengendalikan situasi.
- Trade The Number: Untuk strategi trading NFP ini, Anda perlu menunggu hingga rilis data NFP dan mengetahui angkanya. Setelah mengetahui angka persisnya, segera buka posisi sesuai dengan cara menentukan arah pasar pada poin tiga (3) di atas. Semua ini harus dilakukan secepat kilat agar Anda tidak ketinggalan kereta saat harga bergolak. Masalahnya dengan teknik ini, Anda membutuhkan sumber berita terbaik dan paling cepat yang harganya tidak murah. Sedikit sekali trader kebanyakan yang menggunakan teknik ini, karena lebih cocok untuk pemain besar yang bisa memperoleh berita dengan cepat dan memanfaatkan robot.
- Fade The News: Untuk strategi trading NFP ini, Anda perlu menunggu hingga selesai rilis data NFP, kemudian menilai kapan pergerakan harga mencapai level tertinggi (jika harga melonjak) atau level terendah (jika harga anjlok). Setelah itu, Anda akan membuka posisi trading ke arah yang berlawanan dengan lonjakan atau penurunan harga awal. Umpama GBP/USD anjlok saat rilis data NFP, maka Anda akan menunggu hingga mencapai level terendah, lalu segera open posisi buy. Teknik ini juga kelihatannya mudah, tetapi berisiko besar jika Anda tak memerhatikan berapa angka aktual NFP dan kemana kecenderungan arah pasar.
Ketiga cara trading NFP di atas amat populer karena memiliki potensi profit paling tinggi. Namun, risiko juga sangat tinggi. Untuk mengurangi risiko, sebagian trader memilih untuk menunggu hingga imbas rilis data NFP berlalu, baru kemudian melakukan open posisi. Berikut ini salah satu caranya:
- Buka platform trading GBP/USD pada timeframe 15 menit (M15) atau 10 menit (M10).
- Jangan lakukan apapun pada candle pertama dan kedua setelah rilis data NFP. Tunggulah hingga muncul candle berpola Inside Bar dan satu candle lagi setelahnya. Apabila candle ini tidak muncul, berarti tak ada peluang trading.
- Setelah Inside Bar muncul, gunakan level tertinggi dan terendahnya sebagai trigger untuk open posisi. Apabila candle setelah Inside Bar ditutup di atas level tertingginya, maka Anda bisa membuka posisi buy. Sedangkan jika candle setelah Inside Bar ditutup di bawah level terendahnya, maka Anda bisa membuka posisi sell. Pasang Stop Loss dalam jarak 30 pips dari harga open. Untuk Take Profit (TP), pasanglah trailing stop atau close trading secara manual setelah 4 jam berlalu.
Diunggah ulang dari Analisa Forex, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發