Ini sentimen yang bakal membuat rupiah kembali perkasa selepas libur Lebaran

avatar
· 閱讀量 136
Ini sentimen yang bakal membuat rupiah kembali perkasa selepas libur Lebaran

Nilai tukar rupiah di pasar spot berpeluang kembali menguat selepas libur Lebaran mendatang. Kebijakan bank sentral di negara maju yang masih mempertahankan pelonggaran kebijakan bisa menjadi celah rupiah untuk kembali ungguli dolar Amerika Serikat (AS).

Sekedar mengingatkan, kurs rupiah ditutup stagnan di level Rp 14.198 per dolar AS pada Selasa (11/5). Sedangkan, untuk kurs Jisdor melemah tipis 0,04%, dan berada di level Rp 14.203 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, the greenback sempat menguat tipis terhadap mata uang lainnya jelang rilisnya data inflasi AS di bulan April, termasuk indeks harga konsumen inti (CPI).

Selain itu, sentimen yang menggerakkan ada dari Federal Reserve AS yang tidak akan mempertimbangkan untuk mengubah kebijakan moneter dovishnya sampai mereka melihat inflasi yang lebih tinggi, kenaikan upah, dan tingkat pekerjaan yang kuat, dengan rata-rata 1 juta pekerjaan diciptakan, kata Presiden Chicago Fed Bank Charles Evans pada hari Senin (10/5).

“Di Asia, Bank of Japan memperingatkan bahwa ketidakpastian pemulihan ekonomi Jepang dari Covid-19 dapat membayangi konsumsi layanannya dan pemerintah perlu mengambil langkah-langkah stimulus untuk mendukung ekonominya, menurut ringkasan pertemuan kebijakan bulan April,” kata Ibrahim.

Untuk dalam negeri, ada penjualan ritel Indonesia terus menunjukkan tanda pemulihan meski masih terjadi kontraksi pada Maret 2021. Namun, sebulan kemudian kontraksi itu diperkirakan sudah hilang.

Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Maret 2021 sebesar 187,9. Angka tersebut naik 6,1% dibandingkan bulan sebelumnya secara month on month (mom).

Dia juga menambahkan bahwa pada April 2021, BI memperkirakan IPR berada di 209,3, naik 11,4% dibandingkan bulan sebelumnya. Dibandingkan April 2020, terjadi pertumbuhan 9,8%. "Peningkatan penjualan eceran diprakirakan sejalan dengan daya beli masyarakat yang meningkat saat Ramadan, keadaan musim dan cuaca yang mendukung, serta banyaknya program diskon," sebut laporan BI.

Ibrahim menilai rupiah akan berfluktuasi tetapi ditutup menguat di rentang Rp 14.180 per dolar AS–Rp 14.225 per dolar AS pada perdagangan perdana pekan depan.


Diunggah ulang dari kontan, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest