
Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah penantian pelaku pasar perihal hasil rapat Federal Open Meeting Committee (FOMC) bank sentral AS (The Fed).
Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,25% di angka Rp16.255/US$ pada hari ini, Rabu (31/7/2024). Hal ini berbanding terbalik dengan pelemahan yang terjadi kemarin (30/7/2024) sebesar 0,12%.
Sementara DXY pada pukul 14:54 WIB turun 0,19% di angka 104,35. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi kemarin yang berada di angka 104,55.
Pada esok dini hari (1/8/2024), akan dirilis hasil rapat FOMC The Fed terkhusus perihal suku bunga.
Hingga saat ini, tampak pelaku pasar meyakini The Fed masih akan menahan suku bunganya di level 5,25-5,50% pada pertemuan bulan ini.
Investor berharap Ketua Jerome Powell akan memberikan sinyal tentang waktu dan jumlah pemotongan suku bunga yang diharapkan dalam beberapa bulan mendatang.
Sejauh ini, pasar masih optimis bahwa pemangkasan suku bunga The Fed dapat dimulai pada pertemuan September. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, sebanyak 87,7% pelaku pasar yakin The Fed akan mulai memangkas suku bunga acuannya pada September mendatang.
Jika hal tersebut benar terjadi maka tekanan terhadap rupiah akan semakin minim.
Dicetak ulang dari cnbcindonesia, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發