
Uni Emirat Arab (UEA) akan keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada tanggal 1 Mei, memberikan pukulan bagi kelompok produsen minyak tersebut saat krisis energi yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat perang Iran mengungkapkan ketidakharmonisan di antara negara-negara Teluk, lapor Reuters pada hari Selasa.
Pengumuman pada hari Selasa itu muncul setelah UEA menjadi sasaran serangan rudal dan drone selama berminggu-minggu oleh sesama anggota OPEC, Iran. Serangan Tehran terhadap pengiriman di Selat Hormuz juga sangat membatasi kemampuan UEA untuk mengekspor minyak, mengancam fondasi ekonominya.
"Keluarnya kami pada saat ini adalah waktu yang tepat, karena akan berdampak minimal pada harga dan akan berdampak minimal pada teman-teman kami di OPEC dan OPEC+," kata Menteri Energi Suhail Al Mazrouei.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發