Inflasi Australia Meningkat, Namun Mengapa Ekspektasi Suku Bunga RBA Justru Mereda?

avatar
· 閱讀量 471


Inflasi Australia Meningkat, Namun Mengapa Ekspektasi Suku Bunga RBA Justru Mereda?


Fundamental


Indeks harga konsumen Australia dilaporkan meningkat di kuartal pertama tahun ini, seiring perang di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi, sementara untuk laju inflasi inti berada di level yang mengkhawatirkan bagi para pejabat bank sentral, yang mana tekanan untuk kenaikan suku bunga tetap ada di pekan depan.


Data CPI Australia melonjak ke 1.4% di kuartal pertama, yang merupakan kenaikan paling tajam sejak akhir tahun 2023 yang lalu, selain itu Australian Bureau of Statistics juga merilis data inflasi konsumen di tingkat tahunan yang meningkat sebesar 1.4% pada kuartal pertama lalu dari sebelumnya di 3.6%.


Inflasi rata-rata yang dipangkas lebih rendah dari perkiraan memberikan sedikit kelegaan karena tekanan harga dinilai tidak seburuk yang dikhawatirkan. Sementara itu para pelaku pasar menurunkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga ketiga dari Reserve Bank of Australia di bulan Mei mendatang, menjadi 76% dari sebelumnya 85%, dengan total pengetatan kebijakan suku bunga sebesar 62 basis poin hingga akhir tahun ini.


Sebelumnya Reserve Bank of Australia telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali di tahun ini menjadi 4.1%, membalikkan keadaan dari tiga kali pemangkasan yang dilakukan di tahun 2025 lalu, seiring para pejabat bank sentral yang tengah berupaya untuk mengendalikan inflasi domestic yang membandel, sebelum meletusnya perang Iran yang memicu tekanan harga dalam skala global.


Teknikal


Inflasi Australia Meningkat, Namun Mengapa Ekspektasi Suku Bunga RBA Justru Mereda?


Dari gambar chart di atas dalam timeframe H4, terlihat jelas struktur pergerakan pasangan mata uang AUDUSD sedangan dalam fase sideways (range/consolidation) setelah sebelumnya mengalami rally. Hal ini dapat terlihat dari pergerakan kombinasi garis Moving Average yang mulai bergerak flat yang berarti hilangnya momentum pembentukan tren harga, sementara signal Bollinger Band sudah mulai menyempit yang mengindikasikan potensi break-out.


Signal yang ditunjukkan oleh indikator RSI memperlihatkan garis RSI yang bergerak di area antara 48-50 yang memberikan petunjuk pergerakan yang cenderung netral, artinya momentum pergerakan belum menemukan arah tren kedepannya dan mendukung kondisi sideways. Sedangkan signal dalam indikator MACD memperlihatkan garis histogram yang menipis dan masih berada dekat level nol, yang mengindikasikan belum adanya momentum yang kuat meskipun ada potensi bullish namun belum valid.


Skenario sideways membuka peluang adanya penempatan posisi Sell di area Resistance atau posisi Buy di area Support, dimana market bergerak cenderung sideways dalam range harga tertentu, dengan potensi terjadinya break-out namun masih berada di area rawan terjadinya false signal.



#AUD/USD# #KebijakanMoneterAustralia# #RBA# #Inflation# #forexmarket#

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest