Jakarta - Seller online mengeluhkan biaya ongkir baru yang dibebankan marketplace. Kebijakan itu dinilai memberatkan pelaku UMKM dan penjual kecil.
Pedagang melakukan siaran langsung penjualan pakaian melalui aplikasi belanja e-commerce di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Keluhan seller ramai muncul setelah marketplace mulai membebankan biaya ongkos kirim kepada penjual sejak Mei 2026.
Kebijakan itu dinilai menambah beban operasional, terutama bagi pelaku UMKM yang bergantung pada toko online.
Sejumlah seller mengaku terpaksa menaikkan harga produk hingga mempertimbangkan keluar dari marketplace.
Biaya logistik yang dikenakan bervariasi, tergantung berat barang dan jarak pengiriman.
Menanggapi polemik tersebut, Kementerian Perdagangan meminta platform tidak merugikan para penjual.
Kemendag juga mendorong adanya komunikasi terbuka antara marketplace dan seller terkait kebijakan baru.
Pemerintah kini mempercepat peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 agar sistem biaya layanan lebih transparan dan adil.








作者:Gilang Faturahman -,文章來源detik_id,版權歸原作者所有,如有侵權請聯繫本人刪除。
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發