Dolar AS Berkonsolidasi Jelang Rilis Data Inflasi

avatar
· 閱讀量 76

Komentar Janet Yellen mencegah aksi jual dolar AS yang lebih masif pasca-rilis data NFP. Namun, USD tetap membutuhkan dukungan data ekonomi berikutnya.

Indeks dolar AS (DXY) bergerak dalam rentang yang cukup sempit antara 89.00-90.30 selama perdagangan awal pekan ini (8/Juni). Pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat pada hari Kamis mendatang, setelah menerima laporan Non-farm Payroll yang mengecewakan pada pekan lalu. Spekulasi seputar tapering The Fed masih menjadi fokus utama.

Dolar AS Berkonsolidasi Jelang Rilis Data Inflasi

Pada akhir pekan, Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyampaikan pesan yang bernada pro-kenaikan suku bunga. Ia berpendapat rencana anggaran belanja federal senilai USD4 triliun bikinan Presiden Joe Biden akan berdampak baik bagi Amerika Serikat, meskipun akan mengakibatkan kenaikan inflasi dan mendorong peningkatan suku bunga.

"Jika kita berakhir dengan lingkungan suku bunga yang sedikit lebih tinggi, itu sebenarnya akan menjadi nilai tambah bagi sudut pandang masyarakat dan sudut pandang The Fed," kata Yellen,

"Kita telah memerangi inflasi yang terlalu rendah dan suku bunga yang terlalu rendah selama satu dekade sekarang. Kita ingin mereka kembali ke 'lingkungan suku bunga normal' dan jika (rencana anggaran Biden) ini membantu sedikit untuk meringankan banyak hal, maka itu bukan hal yang buruk- itu hal yang baik."

Pendapat Yellen mencegah aksi jual dolar AS yang lebih masif pasca-rilis data Non-farm Payroll. Namun, pasar tetap membutuhkan dukungan data ekonomi yang lebih hawkish guna mendorong USD beranjak ke rentang yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, beragam rilis data inflasi dan ketenagakerjaan AS berikutnya akan terus menjadi sorotan hingga jadwal rapat FOMC pekan depan.

"Masih ada kekhawatiran bahwa The Fed mungkin memulai diskusi tapering pembelian aset pada rapat FOMC pekan depan," kata Philip Wee, pakar strategi FX di DBS Bank Singapura, sebagaimana dilansir oleh Reuters, "Terlebih lagi setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen berkomentar bahwa suku bunga AS yang lebih tinggi akan baik bagi ekonomi."

Sebagaimana diketahui, data ekonomi AS yang lebih baik dapat mendorong Federal Reserve untuk memangkas pembelian aset/obligasi (tapering) dan menaikkan suku bunga. Sebaliknya, The Fed bakal cenderung mempertahankan pembelian aset/obligasi dalam skala masif (quantitative easing) dan suku bunga yang sangat rendah jika data-data ekonomi AS tidak tumbuh sesuai ekspektasi.


Diunggah ulang dari seputarforex, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest