Indeks kepercayaan konsumen turun di bulan Juni karena meningkatnya kekhawatiran terhadap lockdown selama dua minggu di Melbourne. Pair AUD/USD nyaris tidak bereaksi.
Pada hari Rabu (09/Juni), Westpac Banking Corporation merilis data indeks keyakinan konsumen Australia yang turun 5.2 persen dari 113.1 menjadi 107.2 di bulan Juni. Secara keseluruhan, total penurunan indeks telah mencapai 9.7 persen dalam dua bulan terakhir. Ini mencerminkan jalan terjal pemulihan ekonomi dari dampak pandemi.

Dalam pernyataan terbarunya, ekonom Westpac mengungkapkan bahwa penurunan indeks di bulan Mei masih bisa dianggap sebagai koreksi setelah lonjakan ke level tertinggi 11 tahun di bulan April. Namun, kemerosotan di bulan Juni menegaskan bahwa kekhawatiran konsumen terhadap prospek ekonomi semakin meningkat. Hal ini sehubungan dengan lockdown Melbourne yang berlangsung selama dua minggu. Perlu dicatat, survei Westpac dilakukan pada minggu pertama lockdown.
Meski Merah Di Semua Sub-Indeks, NSW Siarkan Kabar Baik
Kemerosotan terjadi pada hampir seluruh komponen pendukung indeks kepercayaan konsumen. Sub-indeks kondisi keuangan saat ini dibandingkan tahun lalu turun dari 97.9 menjadi 89.6, begitu pula dengan kondisi keuangan untuk 12 bulan ke depan yang merosot dari 109.5 menjadi 107.3. Prospek kondisi ekonomi jangka pendek bahkan turun tajam dari 121.1 menjadi 108.7. Sementara itu, sub-indeks kondisi ekonomi 5 tahun ke depan tergelincir dari 115.6 ke 114.0
Pelemahan terbesar hingga 7.5 persen terjadi di Victoria, diikuti oleh penurunan 4.0 persen di Queensland, 9.0 persen di Australia Barat, dan 10.9 persen di Australia Selatan. Akan tetapi, hasil optimistis masih bisa didapat dari indeks di negara bagian New South Wales (NSW) yang hanya turun 1.1 persen. Pasalnya, NSW merupakan negara bagian dengan perekonomian terbesar di Australia.
AUD/USD Konsolidatif
Rilis indeks keyakinan konsumen Australia pagi ini tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan Dolar Australia terhadap Dolar AS. Pair AUD/USD saat ini berada di kisaran 0.7742, menguat 0.09 persen dari harga Open harian.

Secara garis besar, volatilitas Dolar AS pagi ini turun ke level terendah setahun karena investor masih menanti rilis data inflasi Amerika Serikat. Sinyal yang lebih jelas terkait inflasi merupakan aspek utama dalam memperkirakan langkah The Fed terkait rencana tapering. Inflasi AS yang menguat secara berkelanjutan diyakini kuat dapat mendorong The Fed untuk melakukan tapering lebih cepat.
Diunggah ulang dari seputarforex, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發