
(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (8/6/2021) posisi euro dalam pair EURUSD bergerak bearish setelah 2 sesi berturut cetak gain, tertekan oleh rebound dolar AS sejak sesi Asia. Pair juga tertekan oleh laporan ekonomi yang tidak optimis dan mengecewakan sentimen investor.
Ekonomi Kawasan Euro menyusut 0,3% pada kuartal di Q1 2021, dibandingkan dengan perkiraan kedua kontraksi 0,6%. PDB turun 1,3% pada kuartal pertama secara tahunan, jauh lebih sedikit dari perkiraan kedua penurunan 1,8%.
Kemudian data Indikator Sentimen Ekonomi ZEW untuk Jerman turun menjadi 79,8 pada Juni 2021 dari tertinggi selama 21 tahun di 84,4 pada Mei dan jauh di bawah perkiraan pasar 86 tetapi masih tetap pada level yang sangat tinggi.
Kanselir Angela Merkel hari Senin memperingatkan bahwa terjadi kekurangan semikonduktor global, yang bisa berlangsung hingga setidaknya pertengahan 2022, membuat pemulihan ekonomi Jerman lebih sulit.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang merangkak naik di pasar uang Eropa setelah melemah 2 hari berturut sebelumnya; menanjak perlahan di tengah investor menantikan data inflasi CPI AS.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD melemah, pair kini berada di posisi 1.2174 yang meluncur kembali ke posisi 1.2164 dan jika tembus turun ke support kuatnya di 1.2155 – 1.2120. Namun jika bergerak positif akan mendaki kembali ke posisi 1.2194 dan jika tembus naik resisten kuat di 1.2212 – 1.2240.
Diunggah ulang dari vibiznews, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發