
Bursa Eropa bergerak variatif (mixed) pada pembukaan perdagangan Rabu (9/6/2021), sementara investor menanti arah pergerakan inflasi di Amerika Serikat (AS).
Indeks Stoxx 600 yang berisi 600 saham unggulan Eropa cenderung bergerak flat pada pembukaan, dengan indeks saham sektor perjalanan dan tamasya menguat 0,5% memimpin reli sedangkan indeks saham sektor bahan baku dasar anjlok 0,5%.
Selang 1 jam kemudian, indeks Stoxx 600 tertekan 0,4 poin (-0,08%) ke 453,65. Indeks DAX Jerman drop 21,4 poin (-0,14%) ke 15.619,2 dan FTSE turun 36 poin (-0,51%) menjadi 7.059,1. Indeks CAC Prancis turun 0,9 poin (+0,01%) ke 6.551,93.
Pembukaan yang cenderung sepi tersebut merefleksikan kehati-hatian pelaku pasar jelang rilis data inflasi di Negara Adidaya, yang bakal menentukan arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).
Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Mei diperkirakan naik 4,7% secara tahunan, menurut polling ekonom oleh Dow Jones. Pada April, inflasi menguat 4,2% menjadi laju yang tercepat sejak 2008.
The Fed sebelumnya telah memperkirakan bahwa kenaikan inflasi tidak akan terjadi secara permanen, karena hanya ditopang oleh stimulus. Bursa saham di Asia Pasifik cenderung melemah merespons rilis data inflasi di China.
Sementara itu, indeks harga produsen China periode Mei melesat 9% secara tahunan, atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 8,5%. Sementara itu, IHK Mei naik 1,3% secara tahunan, atau di bawah ekspektasi pasar dalam polling Reuters sebesar 1,6%.
Di sisi lain, Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 5,6% atau membaik jika dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang dikeluarkan pada Januari sebesar 4%. Namun, lembaga tersebut memperkirakan produksi barang dan jasa akan lebih rendah dari level sebelum pandemi, dengan selisih sebesar 2%.
Diunggah ulang dari cnbcindonesia, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發