
Harga Bitcoin terus menanjak, mencoba menembus level psikologis US$ 40.000. Para trader tampaknya mengabaikan berita yang berpotensi suram untuk kripto di China.
Itu termasuk perintah penutupan untuk penambang Bitcoin di Provinsi Qinghai, larangan beberapa kata kunci blockchain di seluruh negeri tembok raksasa, dan penangkapan lebih dari 1.000 orang karena dugaan pencucian uang kripto.
Melansir data CoinDesk, Kamis (10/6), harga Bitcoin sempat menyentuh level US$ 37.665. Hanya pada pukul 12.11 WIB, harga Bitcoin ada di US$ 36.804,74 atau naik 12,08% dibanding posisi 24 jam sebelumnya.
“Satu sinyal yang mendukung kelanjutan untuk pembalikan bullish saat ini adalah jumlah Bitcoin yang terlihat meninggalkan bursa dari perspektif on-chain,” kata Sean Rooney, Head of Research Valkyrie Investments, seperti dikutip CoinDesk.
Menurut dia, arus keluar Bitcoin selama pemulihan ini adalah yang tertinggi sepanjang 2021. Rooney percaya, pola tersebut perlu dipertahankan agar harga kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia itu kembali di atas US$ 40.000.
"Tren ini perlu terus dipertahankan, untuk menembus resistensi US$ 42.000," ujarnya. “Pemulihan dari kondisi oversold ini berpotensi dibantu oleh sentimen positif yang sangat dibutuhkan dengan meningkatnya harapan adopsi di El Salvador”.
Parlemen El Salvador pada Rabu (9/6) menyetujui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, mengamanatkan semua bisnis untuk menerima uang kripto ini. Langkah tersebut telah meningkatkan harapan untuk adopsi Bitcoin yang meluas.
Hanya, “Traders masih memiliki keraguan ke mana arah pasar, sehingga leverage tetap relatif rendah,” kata Le Rest, Partner di ExoAlpha, seperti dilansir CoinDesk.
“Bitcoin menembus US$ 40.000 bisa memberikan dorongan kepercayaan traders untuk memanfaatkan lagi guna memberi kekuatan tertinggi baru di pasar kripto,” imbuh dia.
Diunggah ulang dari kontan, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發