Kurs Dolar Australia Makin Mahal, Krisis Energi

avatar
· 閱讀量 74

Nilai tukar dolar Australia menguat melawan rupiah pada perdagangan Senin (11/10). Krisis energi yang melanda Eropa membuat Mata Uang Negeri Kanguru ini bangkit dari level terendah 9 bulan.Pada pukul 14:19 WIB, AU$ 1 setara Rp 10.422,16, dolar Australia menguat 0,3% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Kurs Dolar Australia Makin Mahal, Krisis Energi

Krisis energi yang melanda Eropa membuat harga komoditas meroket. Dolar Australia dikenal sebagai mata uang komoditas, artinya pergerakannya sangat terkait dengan harga-harga komoditas. Krisis energi di Eropa terjadi akibat tingginya harga gas alam. Alhasil, harga komoditas energi lainnya seperti batu bara, minyak mentah, dan yang lainnya ikut meroket. Dolar Australia pun diuntungkan, apalagi batu bara yang menjadi salah satu ekspor utama Australia harganya terus menajak mencatat rekor.


Dengan harga gas alam yang semakin mahal, melesat 123,08% year-to-date, dunia usaha beralih ke komoditas lain sebagai sumber energi pembangkitan listrik. Selain batu bara, bahan bakar minyak (BBM) pun menjadi primadona.

Harga batu bara pada pekan lalu berada di US$ 225,75/ton. Dalam sebulan terakhir, harga batu bara naik 32.39% secara point-to-point. Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga meroket 191,93%.


"Aktivitas perekonomian global menghadapi beberapa tantangan yang signifikan yang akan memperburuk sentimen terhadap dolar Australia," kata analis Westpac dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.


Sumber: CNBC Indonesia

Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest