BAPPEBTI Terus Berupaya Membangun Sistem Transaksi Perdagangan Aset Kripto

avatar
· 閱讀量 2,833
BAPPEBTI Terus Berupaya Membangun Sistem Transaksi Perdagangan Aset Kripto

Di tengah kondisi ekonomi dunia pada 2023 yang diprediksi akan penuh dengan resiko dan ketidakpastian, ada satu kondisi yang memberikan optimisme dan menyejukkan. Sehingga pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan 8 (delapan) kali lipat menjadi Rp4.531 triliun pada 2030, dibandingkan dengan 2020 dengan pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 1,5 kali lipat menjadi Rp24.000 triliun pada 2030, dibandingkan dengan 2020.

Dilansir dari Sindonews, per Agustus tahun lalu, 50% PDB di Asia Tenggara disumbang oleh Indonesia dengan nilai USD 1,05 triliun. Sementara per Agustus tahun lalu nilai ekonomi digital Indonesia tercatat sebesar Rp 638 triliun dengan (kurs Rp 14.500 per USD) atau setara dengan 42% dari total nilai ekonomi digital di Asia Tenggara.

BAPPEBTI melihat kedepannya, ekonomi digital yang di dalamnya, termasuk Financial Technology (Fintech), aset kripto, dan niaga elektronik memiliki potensi yang besar dalam kontribusinya bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

Dalam berjalannya perkembangan aset kripto, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) telah melakukan proses panjang untuk membangun ekosistem perdagangan aset kripto, termasuk kesiapan Bursa Aset Kripto yang terintegrasi dengan ekosistem lainnya seperti Lembaga Kliring, Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto, dan Pedagang Fisik Aset Kripto.

BAPPEBTI memandang bahwa pengaturan perdagangan aset kripto ini wajib dilakukan terkait untuk melindungi dana nasabah atau investor dan memberikan kepastian hukum berusaha dan memandang dinamika perdagangan aset kripto sebagai sesuatu yang baik.

Namun akhir-akhir ini fenomena penurunan mayoritas aset kripto atau dikenal dengan istilah crypto winter. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penurunan nilai aset kripto belakangan ini disebabkan beberapa hal.

Pertama, peningkatan acuan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika (The Fed) untuk menekan inflasi di mana per Juli 2022 acuan suku bunga yang ditetapkan berada pada rentang 2,25% sampai dengan 2,5%. Kenaikan suku bunga ini membuat investor mengalihkan dananya untuk disimpan pada bank dibandingkan diinvestasikan pada aset kripto.

Kedua, kejadian yang dialami oleh koin LUNA dan Terra USD yang secara signifikan anjlok dalam waktu satu hari saja. Hal ini menimbulkan kepanikan kepada para investor sehingga dikhawatirkan merembet kepada jenis aset kripto lain.

Ketiga, dengan adanya kejadian koin LUNA dan Terra USD membuat kepanikan dan penurunan harga merembet kepada koin ‘induk’, yaitu Bitcoin. Dengan penurunan koin ‘induk’ ini, aset kripto lain juga terpengaruh mengalami penurunan.

Keempat, dengan adanya konflik Rusia dan Ukraina menyebabkan ketidakpastian dan inflasi global. Beberapa analis menyebutkan bahwa harga-harga saham juga mengalami penurunan dan memengaruhi instrumen investasi lainnya seperti aset kripto. Selain itu, analis juga menyebutkan bahwa spekulan lebih tertarik untuk berinvestasi pada komoditi pangan dan energi yang cenderung konservatif dan memiliki kondisi yang relatif berfluktuatif dengan adanya konflik Rusia dan Ukraina.

Kelima, industri aset kripto saat ini sedang mengalami winter season dimana perdagangan kripto telah menemui titik jenuhnya sehingga harga Bitcoin akan masuk pada tahap yang cukup panjang hingga nanti bertemu kembali pada halving selanjutnya. Proses halving adalah momen di mana terjadinya pengurangan reward bagi miners sebanyak 50% dari reward sebelumnya. Hal ini memicu kelangkaan dan akan menggerakkan harga ke atas sesuai dengan hukum pasar supply dan demand.

Oleh karena itu, sebagai salah satu alternatif investasi aset kripto merupakan instrumen investasi yang relatif lebih volatil dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Volatil dalam artian instrumen ini dapat mengalami kenaikan atau penurunan nilai yang drastic dan dalam waktu cepat. Hal ini yang membuat instrumen ini memiliki risiko yang tinggi. Kendati demikian, dengan volatilitas yang tinggi ini aset kripto juga menawarkan keuntungan dalam waktu yang relatif singkat dan jumlah yang banyak.

Beberapa keuntungan investasi dari aset kripto di antaranya memiliki waktu transaksi yang tidak terbatas seperti instrumen saham, dalam artian transaksi aset kripto dapat dilakukan kapan saja dan tidak terdapat hari libur (24 jam x 7 hari).

Transaksi aset kripto dapat dilakukan lintas negara dan tidak terdapat birokrasi yang rumit sehingga bisa transparan, cepat, dan praktis. Selain itu, keuntungan dalam berinvestasi dengan aset kripto terlindungi dari upaya pencurian identitas serta biaya transaksi yang relatif lebih rendah.

Terakhir, setiap pengguna cryptocurrency bisa melihat semua transaksi yang sudah pernah dilakukan, tetapi pengguna tetap tidak akan bisa mengetahui transaksi tersebut dilakukan oleh pihak lain.

Ikuti akun Regulator Indonesia FOLLOWME untuk dapat lebih banyak konten dan update berita pilihan lainnya. Jika Anda punya informasi lain mengenai konten ini, silahkan berkomentar di bawah ini.

Ayo kunjungi topik #TradingResmi# agar mendapatkan tips-tips dalam memilih pialang lokal yang tepat dan berlisensi resmi.

Sumber:

Sindonews

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest