
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) melaporkan, nilai transaksi kripto di Indonesia terus mengalami penurunan sejak akhir tahun lalu. Pada Desember 2022, transaksi kripto tercatat sebesar Rp9,74 triliun.

Angka ini turun drastis hingga 76,89% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42,14 triliun. Nilai transaksi kripto juga turun 42,2% jika dibandingkan pada bulan sebelumnya yang sebesar Rp16,85 triliun.
Secara kumulatif, transaksi kripto sebesar Rp306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp858,76 triliun.
Tren transaksi kripto yang menurun seiring dengan anjloknya nilai aset digital tersebut, terutama menjelang akhir tahun 2022. Meski begitu, pemerintah masih yakin dengan potensi berkembangnya aset kripto di dalam negeri.
Menurut BAPPEBTI, jumlah pelanggan terdaftar aset kripto masih bertambah sebanyak 15.000 orang pada Desember 2022. Pertambahan tersebut masih sama dibandingkan bulan sebelumnya.
Sepanjang 2022, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 16,7 juta orang. Jumlah itu meningkat 44,64% dibandingkan pada 2021 yang sebanyak 11,2 juta orang.
Dicetak ulang dari DataIndonesia, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發