BI Soroti Soal Pengawasan Aset Kripto oleh Negara-Negara ASEAN

avatar
· 閱讀量 70

BI Soroti Soal Pengawasan Aset Kripto oleh Negara-Negara ASEAN

BALI, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan pentingnya pengawasan terhadap kripto, khususnya bagi negara-negara di ASEAN. Untuk mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan kripto, BI akan mempercepat pengembangan rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC).

 

“Saat berurusan dengan kripto, tentu saja kami berkewajiban untuk mempercepat pengembangan mata uang digital bank sentral. Karena pada akhirnya, aset digital pribadi membutuhkan references medium of account. Di sinilah, mata uang digital bank sentral perlu dipromosikan di ASEAN,” kata Perry dalam high level seminar From Asean to the World: Payment System in Digital Era di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (28/3/2023).

 

Mengenai regulasi dan pengawasan, Perry mengatakan untuk regulasi pengawasan pembayaran sistem pembayaran nasional Indonesia juga memerlukan koordinasi lintas batas serta bekerja sama dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand.

 

“Karena pengaturan penawaran dan pengawasan sistem pembayaran tersebut milik masing-masing negara dan kita harus pengaruh pada bagaimana kita harus berkolaborasi dalam hal tersebut,” tutur Perry.

 

BI akan menerbitkan proof of concept Digital Rupiah pada Juli 2023. Nantinya rupiah digital akan diedarkan secara grosir (wholesale). Perry mengatakan, di masa mendatang, rupiah digital akan menjadi satu-satunya mata uang digital berdaulat di Indonesia.

 

“Untuk mendorong pendekatan dalam menangani aset keuangan digital, agar bank sentral menerbitkan CBDC, kemudian bekerja sama dengan regulator dan internasional lainnya bagaimana mengatur serta mengawasi aset keuangan digital,” jelas Perry.

 

Sebagai informasi, rupiah digital akan diterbitkan dalam dua jenis. Pertama adalah Rupiah Digital wholesale (w-Rupiah Digital) dengan cakupan akses yang terbatas dan hanya didistribusikan untuk penyelesaian transaksi wholesale seperti Operasi Moneter (OM), transaksi pasar valas, dan transaksi pasar uang.

 

Kedua yaitu Rupiah Digital ritel (r-Rupiah Digital) dengan cakupan akses yang terbuka untuk publik dan didistribusikan untuk berbagai transaksi ritel baik dalam bentuk transaksi pembayaran maupun transfer, oleh personal/individu maupun bisnis (merchant dan korporasi).

 

Dicetak ulang dari InvestorID, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest