Kebijakan Sawit Indonesia Akan Pengaruhi Harga CPO Pekan Ini

avatar
· 閱讀量 86

Kebijakan Sawit Indonesia Akan Pengaruhi Harga CPO Pekan Ini

Jakarta, Beritasatu.com– Harga CPO atau minyak sawit mentah pekan ini diprediksi berpotensi menguat didukung sejumlah sentimen seperti kebijakan ekspor crude plam oil di Indonesia.

 

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, penguatan harga CPO pekan ini juga akan dipengaruhi data ekspor CPO Malaysia periode awal Mei, situasi di negara importir utama seperti Tiongkok, India dan Eropa, serta situasi di pasar minyak nabati. “Harga CPO pekan ini diperkirakan akan bergerak pada di kisaran 3.450-3.550 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

 

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali memberlakukan pengurangan rasio kuota hak ekspor CPO. Dengan adanya kebijakan ini, maka rasio penjualan ke luar negeri dan pemenuhan DMO dipangkas menjadi 1:4. Artinya, produsen hanya bisa melakukan ekspor sebanyak 4 kali dari jumlah pemenuhan pasokan dalam negeri.

 

Yoga tidak memungkiri bahwa harga komoditas di awal kuartal II 2023 ini mengalami pelemahan. Hal itu terjadi karena perubahan tata niaga transaksi CPO di Indonesia, peningkatan mandatori biodiesel di Indonesia menjadi B-40, dan kembali pulihnya pasar di Indonesia dan Malaysia pasca-libur panjang perayaan Ramadan dan Lebaran.

 

Pekan lalu, harga CPO mengalami kenaikan. Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis penutupan mingguan periode 20-28 April 2023, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Mei 2023 anjlok 173 Ringgit Malaysia menjadi 3.937 Ringgit Malaysia per ton.

 

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO untuk Juni 2023 terkoreksi 326 Ringgit Malaysia menjadi 3.540 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Juli 2023 merosot 367 Ringgit Malaysia menjadi 3.338 Ringgit Malaysia per ton. Pada Agustus 2023 jatuh 350 Ringgit Malaysia menjadi 3.285 per ton.

 

Sementara Kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 turun 324 Ringgit Malaysia menjadi 3.295 Ringgit Malaysia per ton. Serta, Oktober 2023 kehilangan 317 Ringgit Malaysia menjadi 3.302 Ringgit Malaysia per ton.

 

Dicetak ulang dari BeritaSatu, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest