- Rupee India diperdagangkan di wilayah negatif pada hari Jumat di tengah penguatan Dolar AS.
- Proyeksi The Fed yang hawkish menunjukkan kemungkinan hanya ada satu kali penurunan suku bunga pada tahun 2024, sehingga membebani INR.
- Investor menunggu data Inflasi WPI India bulan Mei dan laporan awal Sentimen Konsumen Michigan AS, yang akan dirilis pada hari Jumat.
Rupee India (INR) melemah pada hari Jumat karena berlanjutnya penguatan Dolar AS (USD). Proyeksi bahwa Federal Reserve (Fed) AS hanya akan menurunkan suku bunganya sebanyak satu kali sebesar 25 basis poin (bps) pada tahun ini, bukan dua kali yang diperkirakan konsensus, membebani INR. Selain itu, harga minyak mentah yang lebih tinggi dapat membatasi kenaikan mata uang lokal karena India adalah konsumen minyak terbesar ketiga setelah AS dan Tiongkok.
Meskipun demikian, intervensi Reserve Bank of India (RBI) akan sangat penting dalam menstabilkan INR dan mencegah depresiasi yang signifikan. Investor akan mengawasi data Inflasi Indeks Harga Grosir (WPI) India untuk bulan Mei, yang diperkirakan naik menjadi 2,50% pada basis tahunan dari 1,26% pada pembacaan sebelumnya. Inflasi konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan mungkin akan mengangkat Rupee India dan membatasi kenaikan pasangan ini dalam waktu dekat. Dalam kalender ekonomi AS, laporan awal Sentimen Konsumen Michigan dan pidato Presiden Fed Bank of Chicago Austan Goolsbee akan dirilis.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發