Rupiah Berpotensi Tertekan Akibat Gangguan Energi Global yang Terus Berlanjut

avatar
· 閱讀量 241
  • Gangguan pasokan energi global dinilai masih membayangi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.
  • Cadangan minyak mentah Indonesia yang relatif rendah meningkatkan risiko kekurangan bahan bakar.
  • Pasokan minyak Rusia dan langkah stabilisasi Bank Indonesia menjadi penopang bagi rupiah.

Ipotnews - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring berlanjutnya gangguan pasokan energi global yang meningkatkan risiko kekurangan bahan bakar di Indonesia.
Analis mata uang senior MUFG Bank, Lloyd Chan, mengatakan kerentanan Indonesia terhadap gejolak energi global meningkat karena cadangan minyak mentah domestik yang relatif rendah. Kondisi tersebut terutama disebabkan keterbatasan kapasitas penyimpanan energi di dalam negeri.
"Kerentanan Indonesia meningkat akibat buffer persediaan minyak mentah yang relatif rendah, sebagian besar karena keterbatasan kapasitas penyimpanan," ujar Chan dalam risetnya.
Meski demikian, Indonesia disebut telah memperoleh pasokan minyak dari Rusia hingga 150 juta barel. Langkah tersebut dinilai dapat membantu memperkuat cadangan energi nasional dan mengurangi risiko gangguan pasokan bahan bakar.
Selain itu, Bank Indonesia juga dinilai tetap proaktif dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.
Berdasarkan data LSEG , dolar AS ditutup menguat 0,3% ke level Rp17.405 pada perdagangan Senin (11/5).

Sumber : Admin

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest