
Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Kamis (10/6/2021) kembali bergerak kuat melanjutkan gain 2 sesi berturut sebelumnya di tengah lemahnya sentimen perdagangan aset risiko. Safe haven dolar AS bertahan kuat meskipun posisi yield obligasi tenor 10-tahun turun ke terendah 2 bulan.
Investor tetap berhati-hati tentang meningkatnya kekhawatiran kenaikan inflasi pada data ekonomi AS yang kuat. Ekonomi AS berhasil keluar dari kemerosotan pandemi karena peluncuran vaksin dan stimulus fiskal dan pengeluaran pemerintah.
Dari fundamenal yen, Jepang sedang berjuang dengan prospek ekonomi domestik yang lemah. Yen tertekan karena pasar global bersiap untuk suku bunga mulai merayap lebih tinggi hampir di setiap ekonomi maju kecuali Jepang. Sebagai penggerak pasar hari ini, investor akan menunggu data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS, klaim Pengangguran Awal mingguan pada sesi Amerika.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak konsolidasi di pasar uang Asia setelah menguat 2 sesi berturut sebelumnya. Dolar AS bergerak tipis di tengah investor menantikan data inflasi IHK AS dan anjloknya yield obligasi AS.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak lemah, pair yang berada di posisi 109.60 bergerak kuat mendekati posisi R1 dan juga R2. Namun jika berbalik arah, pair akan turun ke 109.48 sebelum meluncur menuju posisi S1 dan S2.
Diunggah ulang dari vibiznews , semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli
已編輯 10 Jun 2021, 10:28
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發