IHSG diprediksi melemah pada perdagangan Senin (28/6), karena lonjakan kasus covid-19 di Indonesia. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Senin (28/6). Pelemahan perdagangan saham dibayangi lonjakan kasus covid-19 di dalam negeri.Pemerintah mencatat kasus harian covid-19 kembali mencetak rekor tertinggi sebesar 21.342 kasus, lebih tinggi dari hari sebelumnya di angka 21.095 kasus.
"IHSG diprediksi melemah. Pergerakan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus covid-19 dari dalam negeri, serta diberlakukannya pembatasan baru yang lebih ketat," ujar Analis Sekuritas Indonesia Dennies Christopher Jordan seperti dikutip dari riset hariannya.
"Sehingga, ada potensi pemulihan ekonomi akan melambat pada kuartal III 21," lanjut Dennies.
Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.988-6.005 dan resistance 6.053-6.084.
Sementara, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyebut minimnya sentimen membuat indeks masih akan terkonsolidasi pada hari ini.
Ia menilai catatan aliran masuk modal asing yang belum signifikan jelang penutupan semester I 2021 atau Juni ini mengisyaratkan perlambatan perputaran ekonomi RI. Sehingga, potensi penurunan terlihat lebih besar dibanding peluang kenaikannya.
"Pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam fase konsolidasi wajar dikarenakan masih minimnya sentimen yang dapat mendongkrak kenaikan IHSG," terang William.
Dia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.913 dan resistance 6.123.
Adapun saham-saham pilihannya yaitu ITMG, SMGR, GGRM, TLKM, HMSP, PWON, SCMA, AKRA.
Pada perdagangan sebelumnya, yakni Jumat (25/6), IHSG menguat ke 6.022 atau naik 10,34 poin atau 0,17 persen. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp44,96 miliar.
Diunggah ulang dari cnnindonesia, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
