Pasangan mata uang GBP/USD jatuh lebih dari 0.35 persen ke kisaran 1.3780-an pada pertengahan sesi Eropa hari ini (1/7/2021) akibat pernyataan bernada dovish yang disampaikan oleh pimpinan bank sentral Inggris (BoE). Pernyataan dovish mengesankan keengganan bank sentral untuk menaikkan suku bunga, sehingga pelaku pasar terdorong untuk menjual mata uangnya bagi mata uang lain yang memberikan prospek suku bunga lebih baik.

Dalam sebuah pidato resminya hari ini, Gubernur BoE Andrew Bailey mengingatkan para pejabat agar tidak bereaksi terlalu berlebihan dalam menanggapi kenaikan inflasi yang hanya “sementara”. Ia menegaskan kembali forecast BoE yang menyebutkan bahwa laju inflasi akan mencapai puncaknya pada tingkat 3 persen akhir tahun ini, kemudian melambat hingga sampai ke kisaran 2 persen pada tahun depan.
Bailey mengatakan, “Adalah penting untuk tidak bereaksi berlebihan pada inflasi dan pertumbuhan yang kuat untuk sementara waktu saja, guna menjamin bahwa pemulihan (ekonomi) tidak dikesampingkan oleh pengetatan yang terlalu dini dalam kondisi moneter.”
“Pandangan kami adalah bahwa perekonomian akan kembali ke tingkat pertumbuhan dasar rata-rata yang lebih rendah daripada yang telah kita lihat sejak krisis keuangan,” tambah Bailey.
Berdasarkan pernyataan tersebut, bank sentral Inggris agaknya tidak akan mengetatkan kebijakan moneter ataupun menaikkan suku bunganya lebih cepat. Padahal, sebagian pelaku pasar telanjur memperhitungkan kenaikan suku bunga BoE pada tahun 2022 -bahkan lebih awal daripada proyeksi kenaikan suku bunga The Fed saat ini-.
Menurut Bailey, kenaikan inflasi saat ini terlihat sangat impresif karena efek kebangkitan dari pembatasan sosial selama berlakunya lockdown COVID-19. Tapi efek itu akan memudar seiring berjalannya waktu, sehingga pertumbuhan mungkin justru bakal melambat pada tahun depan.
Ia mengakui adanya tanda-tanda kenaikan yang cukup kuat dalam harga-harga bahan baku. Bank sentral siap mengambil tindakan untuk menanggulanginya, tetapi hanya jika laju kenaikan harga-harga itu benar-benar berlangsung secara terus-menerus.
Pernyataan Bailey tak hanya memukul GBP/USD. Pasangan cross GBP/JPY turun dari kisaran 154.00 ke 153.58 seusai pidato Andrew Bailey, sementara EUR/GBP meningkat hampir 0.4 persen ke kisaran 0.8610
Diunggah ulang dari analisaforex, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
