Amerika Serikat Bersiap Tapering Off, Indef Ingatkan Peluang Nilai Tukar Rupiah Melemah

avatar
· 閱讀量 183

Amerika Serikat Bersiap Tapering Off, Indef Ingatkan Peluang Nilai Tukar Rupiah Melemah© Warta Ekonomi. Amerika Serikat Bersiap Tapering Off, Indef Ingatkan Peluang Nilai Tukar Rupiah Melemah

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani, mengatakan bahwa Indonesia akan bersiap menghadapi tantangan karena tapering off di Amerika Serikat akan dilakukan pada tahun 2022. Sementara, kenaikan bunga akan terjadi pada 2023.

"Tapi di sisi yang lain, kinerja di Amerika Serikat kemarin masih terjadi pengangguran yang besar. Jadi masih dianggap ini belum sesuai, tapi kemungkinan bisa lebih maju," ujarnya dalam dalam diskusi Kajian Tengah Tahun INDEF 2021: Bola Liar Vaksinasi Ekonomi?, Rabu (7/7/2021).

Baca Juga: Pulihkan Ekonomi, OJK: Kita Dihadapkan Lima Tantangan

Bank  Indonesia akan mengalami tekanan yang cukup berat mengingat saat ini menjadi golden sharing. Selain itu, yang paling signifikan adalah kemungkinan melemahnya nilai tukar rupiah.

"Tahun 2013 kita ingat nilai tukar terpukul keras," ujarnya.

Aviliani mencontohkan, nilai tukar rupiah pernah melemah akibat tapering off di Amerika Serikat. Pada tahun 2013 nilai tukar rupiah berada pada nilai Rp9.000, di tahun 2015 terjadi nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp13.000.

Selain berdampak pada nilai tukar rupiah, tekanan pada sektor moneter memungkinkan akan pula dialami suku bunga perbankan, cadangan devisa, 7 Day RR, Indeks Harga Saham Gabunga (IHSG). "Pemerintah harus siap-siap dengan dampaknya karena kondisi kita belum membaik dan berpotensi turun lagi," katanya.

Menyikapi hal itu, Aviliani mengatakan, salah satu peluang terbaik yang dapat dilakukan adalah saat pandemi yang memiliki peluang untuk meningkatkan ekspor atau substitusi impor. Namun sayangnya, belum banyak tatanan yang berubah, meski sesungguhnya tidak mengalami penurunan secara signifikan dengan situasi produk dan barang yang tidak banyak berubah.

"Kita lihat ekspor Indonesia ke AS mencapai 12 persen dari total nilai ekspor. Kalau AS membaik, harusnya kita ekspor mengalami perbaikan," ungkapnya.


 Diunggah ulang dari Wartaekonomi, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.


風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0
暫無留言。 來發表第一則觀點吧。

  • tradingContest