Kamis, 12 Agustus 2021: Jam 10:00 WIB: angka harapan inflasi Selandia Baru kuartal ketiga tahun 2020 (Berdampak medium pada NZD) Indikator yang dirilis setiap kuartal oleh RBNZ ini menunjukkan harapan pelaku bisnis pada tingkat inflasi tahunan di Selandia Baru selama 2 tahun mendatang. Indikator ini dibuat berdasarkan survey terhadap 100 konsumen.
Pada kuartal kedua lalu diharapkan inflasi tahunan Selandia Baru naik 2.05%, lebih rendah dari perkiraan yang 2.30%, tetapi yang tertinggi sejak tahun 2018. Untuk kuartal ketiga tahun 2021 diperkirakan +2.10%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan NZD.
Jam 13:00 WIB: data Gross Domestic Product (GDP) Inggris kuartal kedua 2021 dan bulan Juni 2021 (Berdampak medium-tinggi pada GBP) GDP dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara dan biasanya diumumkan per kuartal. Angka GDP menyatakan perubahan persentase nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan periode sebelumnya. Di Inggris sektor yang menyumbang perubahan GDP adalah produksi, jasa, konstruksi dan agrikultur. GDP Inggris dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) 2 kali per kuartal yaitu preliminary dan final, masing-masing dalam basis kuartal (q/q) dan tahunan (q/y). Preliminary adalah rilis awal sehingga lebih berdmpak, namun jika pada second release dan final terjadi perubahan maka akan bisa berdampak tinggi juga.
GDP Inggris kuartal pertama lalu mengalami kontraksi 1.6% (atau -1.6%), sesuai dengan perekiraan, dan yang terendah sejak kuartal kedua tahun 2020. Penurunan GDP kuartal keempat tersebut disumbang oleh pengeluaran konsumen dan investasi bisnis. Sementara GDP bulan Mei 2021 tumbuh 0.8%, lebih rendah dari perkiraan +1.5%, dan yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Untuk GDP Preliminary kuartal kedua 2021 diperkirakan akan mengalami pertumbuhan 4.8% (atau +4.8%), sementara GDP bulan Juni 2021 diperkirakan akan kembali tumbuh 0.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.
Jam 19:30 WIB: data Producer Price Index (PPI) AS bulan Juli 2021 (Berdampak tinggi pada USD) Indikator yang juga disebut Finished Goods PPI atau Wholesale Prices ini mengukur inflasi ditingkat produsen, yaitu persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang akan mempengaruhi inflasi ditingkat konsumen, karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen akan dibebankan ke konsumen. Kriteria PPI juga mencakup jasa konstruksi, belanja pemerintah dan ekspor. Ada 2 data yang dirilis yaitu PPI inti (Core PPI) dan PPI total, masing-masing untuk m/m (month over month) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan y/y (year over year) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. PPI inti tidak termasuk harga makanan dan energi.

PI total AS m/m bulan Juni lalu naik 1.0%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.6%, dan yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Untuk basis tahunan (y/y) PPI total naik 7.3%, lebih tinggi dari perkiraan +6.8%, dan yang tertinggi sejak bulan November 2010. PPI inti m/m juga naik 1.0%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.5%, dan yang tertinggi dalam 5 bulan. Untuk bulan Juli 2021 PPI total m/m diperkirakan akan naik 0.6%, PPI inti m/m akan naik 0.5%, sementara PPI total y/y diperkirakan kembali naik 7.3%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat. Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 6 Agustus 2021 (Berdampak medium-tinggi pada USD) Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi. Ada 2 data yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data initial.
Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 14,000 menjadi 385,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan 382,000 klaim, tetapi yang terendah dalam 3 minggu terakhir Sementara itu klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir turun menjadi 394,000 klaim. Untuk minggu ini diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan turun menjadi 375,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.
Jum’at, 13 Agustus 2021: Jam 21:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan (UoM) bulan Agustus 2021 (Preliminary) (Berdampak medium pada USD) Data yang dirilis oleh University of Michigan (UoM) 2 kali setiap bulan ini mengukur kepercayaan konsumen terhadap kondisi bisnis dan keuangan di AS. Indeks kepercayaan konsumen UoM adalah salah satu yang selalu diperhatikan investor disamping indeks Conference Board (CB) Consumer Confidence. Indeks ini disebut juga Thomson Reuters / University of Michigan's consumer sentiment, dibuat berdasarkan survey terhadap 500 konsumen mengenai kondisi ekonomi AS saat ini dan yang akan datang. Dirilis dalam 2 versi dengan selang waktu 2 minggu, yaitu Preliminary atau data awal dan Revised atau data final. Indeks Preliminary dirilis lebih awal sehingga akan lebih berdampak.
Indeks UoM Consumer Sentiment AS bulan Juli 2021 final menunjukkan angka 81.2, lebih rendah dari perkiraan 86.5, dan yang terendah dalam 5 bulan terakhir. Pada bulan Juli 2021 indeks current economic conditions tetap 84.5, sementara indeks consumer expectations naik dari 78.4 menjadi 79.0. Untuk indeks UoM Preliminary bulan Agustus 2021 diperkirakan akan tetap 81.2. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.
Diunggah ulang dari seputarforex, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
