
GBP/USD tergelincir ke arah 1.3850, di sekitar 1.3847, karena naiknya dollar AS ditengah ketakutan akan pertumbuhan global yang melambat. Sterling mendapatkan tekanan dengan kasus Covid – 19 tetap tinggi.
Perkembangan buruk terbaru yang mendorong dollar AS yang safe-haven naik, sehingga menekan GBP/USD, datang dari Beijing dimana Cina melaporkan angka “industrial output” dan penjualan ritel yang lebih kecil daripada yang diperkirakan, yang menaikkan ketakutan bahwa Cina sedang mengalami gelombang covid yang mengganggu perekonomiannya.
Di AS, para investor masih mencoba mengerti kejatuhan dari consumer confidence. Universitas Michigan mengeluarkan laporan Consumer Sentiment Index untuk bulan Agustus yang tumbang ke 70.2 – di bawah dari level terburuk pada masa pandemik yang menunjukkan AS sedang mengalami perlambatan ekonomi. Ini adalah berita buruk bagi seluruh dunia.
Penyebaran varian Delta di AS menambah keprihatinan ini, bersamaan dengan kekacauan politik di Timur Tengah yang bisa memberikan implikasi geopolitik jangka panjang. Semua ini menekan pasangan matauang GBP/USD.
Secara keseluruhan, bahkan apabila dollar AS berbalik turun, Poundsterling tidak dalam posisi yang baik untuk mengambil keuntungan darinya.
“Support” terdekat menunggu di 1.3835 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3785 dan kemudian 1.3725. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3873 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3960 dan kemudian 1.3980.
Diunggah ulang dari vibiznews, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
