
Saham-saham di Asia Pasifik mayoritas melemah pada Rabu (25/08) pagi, namun bursa China bergerak naik setelah indeks saham di Amerika Serikat mencatatkan rekor penutupan tertinggi.
Nikkei 225 Jepang turun 0,10% ke 27.705,50 pukul 10.17 WIB menurut data Investing.com.
KOSPI Korea Selatan turun 0,19% di 3.132,45 sebelum Bank of Korea mengumumkan keputusan kebijakan terbarunya pada hari Kamis.
Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat 0,47% di 6.118,19 pukul 10.31 WIB.
Di Australia, ASX 200 naik 0,24% di 7.520,70 dan Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,40% di 25.624,00 pukul 10.20 WIB.
Shanghai Composite China naik 0,22% di 3.522,05 dan Shenzhen Component naik 0,44% di 14.598,80. Kala China terus memperketat peraturan di berbagai sektor, Komisi Bursa dan Sekuritas AS mengatakan akan mengeluarkan persyaratan pengungkapan yang ditambah untuk lebih dari 250 perusahaan China yang saat ini diperdagangkan di bursa saham AS.
Sementara itu, Nasdaq Golden Dragon China Index melonjak setelah JD (NASDAQ:JD).com Inc. (HK:9618) melaporkan pendapatan yang solid pada hari Selasa dan memikat kembali investor seperti Cathie Wood.
Di AS, S&P 500 dan Nasdaq 100 ditutup pada level rekor tertinggi setelah saham Best Buy Co. Inc. (NYSE:BBY) melonjak naik 8% usai melaporkan permintaan konsumen yang kuat.
Pasar komoditas juga mengalami awal yang kuat untuk hari ini di mana harga minyak mentah tetap berada di atas $67 berkat laporan China yang telah menghentikan wabah COVID-19 terbaru dan meredakan kekhawatiran atas permintaan bahan bakar. Bijih besi juga naik.
Investor sekarang melihat kepada simposium Jackson Hole Federal Reserve AS, yang akan berlangsung daring dari 26 Agustus hingga 28 Agustus.
“Selama lingkungan ekonomi dan pendapatan perusahaan terus membaik, pasar kemungkinan akan menahan kekhawatiran berkelanjutan terhadap virus dan kebijakan. Selain itu, risiko pasar menjadi lebih seimbang saat kita bergerak sepanjang siklus pasar,” ekonom New York Life Investments dan ahli strategi portofolio Lauren Goodwin mengatakan kepada Bloomberg.
Di sisi data, penjualan rumah baru AS tercatat sebanyak 708.000 unit, tumbuh sebesar 1% bulan ke bulan di bulan Juli. Lebih banyak data akan dirilis sepanjang sisa minggu ini, PDB AS untuk kuartal II akan dirilis pada hari Kamis dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti, bersama dengan data pendapatan dan pengeluaran pribadi, akan menyusul pada hari Jumat.
Sementara itu, DPR AS menyetujui resolusi anggaran senilai $3,5 triliun dan ini bisa membuka jalan bagi agenda ekonomi Presiden AS Joe Biden untuk terus bergerak maju.
Diunggah ulang dari investing, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
