
Semula GBP/USD diperdagangkan di bawah 1.38 karena sterling terpukul oleh naiknya kasus covid di Inggris dan persoalan mengenai Brexit. Namun karena dollar AS terus semakin tertekan menjelang keluarnya data Nonfarm Payrolls, akhirnya GBP/USD berhasil naik menembus kembali 1.38 ke sekitar 1.3830.
Tertekannya dollar AS pertama-tama disebabkan oleh keluarnya data Conference Board’s Consumer Confidence yang lemah pada hari Selasa, dan kemudian ditambah lagi dengan laporan pekerjaan swasta dari ADP yang buruk pada hari Rabu yang menunjukkan penambahan pekerjaan hanya sebanyak 374.000 dibandingkan dengan yang diperkirakan sebanyak 600.000.
Dolar AS benar-benar tidak ada kesempatan untuk bangkit. Setelah angka CB Consumer Confidence yang buruk, angka komponen employment dari PMI sektor manufaktur yang dikeluarkan oleh ISM terkontraksi.
Semua hal di atas berarti, laporan NFP pada hari Jumat akan lemah dan dengan demikian kemungkinan untuk the Fed melakukan “tapering” terhadap skema pembelian obligasi berkurang. Hal ini mendorong penurunan dollar AS lebih jauh dengan prospek akan semakin banyak dollar AS yang akan dicetak pada waktu yang akan datang. Namun sementara EUR/USD naik ke tertinggi dalam sebulan, kenaikan GBP/USD tertahan oleh karena terpukulnya Sterling karena naiknya kasus covid dan isu Brexit.
Secara keseluruhan, jika GBP/USD tidak berhasil naik segera, maka kemungkinan akan jatuh.
“Support” terdekat menunggu di 1.3785 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3705 dan kemudian 1.3675. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3847 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3875 dan kemudian 1.3892.
Diunggah ulang dari vibiznews, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
