PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) mencatatkan nilai transaksi pada tahun 2021 mencapai lebih dari Rp 6.900 triliun.
“ICDX catatkan lebih dari Rp 6.900 triliun nilai transaksi. Jadi, kalau kita hitung nilai transaksi yang terjadi di ICDX pada tahun 2021 nilainya Rp 6.936 triliun lebih,” kata Direktur ICDX Nursalam dalam pembukaan perdagangan berjangka komoditi ICDX 2022 secara daring, Senin (3/1).
Menurut dia, capaian nilai transaksi tersebut menjadi suatu prestasi yang besar bagi ICDX. Dia menargetkan, nilai transaksi di ICDX bisa terus bertumbuh pada tahun 2022.
“Ini adalah suatu prestasi yang cukup baik, cukup besar menurut kami. Nanti ke depan perkembangan ini akan dilanjutkan terus hingga menjadi lebih besar. Itu baru kita lihat per Desember 2021 jadi masih akan ada beberapa tambahan,” papar Nursalam.
Ke depan, jelas Nursalam, ICDX bakal mengembangkan lebih banyak kontrak multilateral sebagaimana yang diarahkan juga Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.
Sementara itu, Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengharapkan, ICDX lebih inovatif lagi dengan mengembangkan kontrak-kontrak baru untuk menarik pelaku usaha melakukan hedging dan berinvestasi di bursa berjangka yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan transaksi multilateral di BKDI.
“Ke depan, kami dari Bappebti selaku regulator juga akan melakukan penguatan pada infrastruktur dan fasilitas layanan publik yang lebih terorganisir melalui perpanjangan tangan kami, yaitu bursa, pialang, pedagang, serta asosiasi, dan pelaku industri lainnya. Industri ini memiliki potensi yang luar biasa dan arah kerja industri yang harus mengacu pada adaptasi digital dan aksesibilitas yang mumpuni,” ungkap Wisnu.
Dicetak ulang dari Investor, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
