
Goldman Sachs Group Inc melihat Bitcoin masih bisa mengalami kenaikan yang kuat di tahun-tahun yang akan datang, meskipun Bitcoin sempat melemah.
Sebagai salah satu cryptocurrency paling berharga di dunia, Bitcoin sempat melemah menjadi USD 46.000 atau sekitar Rp 662 juta (asumsi kurs Rp 14.404 per dolar AS) setelah sempat melonjak ke rekor tertinggi mendekati $69.000 pada bulan November 2021.
Namun,Goldman Sachs (GS) mengatakan dalam sebuah laporannya minggu ini, Bitcoin bisa menguat lebih dari dua kali lipat, menjadi sedikit di atas USD 100.000 per koin atau sekitar Rp 1,4 miliar, dalam lima tahun ke depan.
"Kami berpikir bahwa pangsa pasar bitcoin kemungkinan besar akan meningkat seiring waktu sebagai produk sampingan dari adopsi aset digital yang lebih luas,” kata Co-head of Global Foreign Exchange dan Rates and Emerging market strategy Goldman Sachs, Zach Pandl, dalam laporannya, seperti dikutip dari CNN.
Pandl berpendapat, Bitcoin akan semakin mencuri pangsa pasar dari emas, yang telah terhenti di sekitar USD 1.800 per ons nya.
Dia menilai, Bitcoin saat ini membentuk sekitar 20% dari apa yang disebut pasar "penyimpan nilai", istilah yang digunakan untuk menggambarkan emas, bitcoin, dan aset alternatif lainnya seperti mata uang dan komoditas yang secara teori harganya tidak terdepresiasi terlalu lama.
Dalam periode waktu tertentu, Pandl percaya Bitcoin pada akhirnya dapat mencapai 50% dari pasar penyimpan nilai, yang dapat mendorong Bitcoin sekitar 17 sampai 18% lebih tinggi setiap tahun selama lima tahun ke depan hingga mencapai level USD 100.000 per koin.
"Kami pikir membandingkan kapitalisasi pasarnya dengan emas dapat membantu menempatkan parameter pada hasil yang masuk akal untuk pengembalian bitcoin," ujar Pandl.
Dicetak ulang dari Liputan6, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發