
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa, menyusul turunnya penjualan ritel di AS per Juli yang mengindikasikan bahwa virus Covid-19 varian delta benar-benar memukul ekonomi.
Indeks Dow Jones Industrial Average drop 277,8 poin (-0,78%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 30 menit menjadi minus 337,9 poin (-0,95%) ke 35.287,52. S&P 500 tertekan 36,3 poin (-0,81%) ke 4.443,45. Nasdaq drop 166,7 poin (-1,13%) ke 14.627,04.
Penjualan ritel per Juli dilaporkan turun 1,1% atau jauh lebih buruk dibandingkan dengan ekspektasi ekonom dalam survei Dow Jones yang memperkirakan penurunan hanya sebesar 0,3%. Angka tersebut jauh lebih buruk dari capaian Juni yang mencetak kenaikan sebesar 0,6%.
Saham Home Depot pun ambruk 3% lebih di pembukaan merespons rilis data tersebut, apalagi perseroan melaporkan pertumbuhan penjualan di toko yang sama hanya sebesar 4,5% pada kuartal II-2021, atau di bawah konsensus pasar sebesar 5%.
Saham Walmart juga tertekan setelah perseroan memperkirakan laba per saham hanya akan berkisar US$ 1,3-US$ 1,4/saham pada kuartal III-2021, atau di bawah konsensus pasar yang dihimpun StreetAccount sebesar US$ 1,32/unit.
Dow dan S&P 500 mencetak reli pada hari kelima berturut-tutur pada Senin kemarin, masing-masing dengan penguatan sebesar 0,31% dan 0,26%. Sebaliknya, Nasdaq melemah 0,2%. Reli itu dicapai bahkan ketika penjualan ritel China tercatat hanya naik 8,5% (tahunan) pada Juli, atau di bawah proyeksi ekonom dalam polling Reuters sebesar 11,5%.
S&P 500 secara teknis mencetak pola bullish dengan menguat dua kali lipat dari posisi terendahnya selama pandemi, yakni pada 23 Maret 2020. Ini merupakan pola bullish tercepat yang dicapai sejak Perang Dunia II.
"Kenaikan pertumbuhan kasus Covid-19 sepertinya akan memicu perlambatan seperti yang terlihat di China dan menekan sentimen pelaku usaha manufaktur, tapi dampak ekonomi-setidaknya di AS dan Eropa-sepertinya tidak akan besar," tulis Goldman Sachs dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.
Dicetak ulang dari CNBC Indonesia, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。