Wall Street Tenggelam Dipicu Kekhawatiran Inflasi Batasi Selera Risiko

avatar
· 閱讀量 135

Wall Street Tenggelam Dipicu Kekhawatiran Inflasi Batasi Selera Risiko

Bursa saham Amerika Serikat jatuh di tengah kekhawatiran bahwa inflasi bisa menimbulkan tantangan bagi rebound ekonomi global, memaksa bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (18/11/2021), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,58 persen atau 211,17 poin ke 35.931,05, S&P 500 melemah 0,26 persen atau 12,23 poin ke 4.688,67 dan Nasdaq tergelincir 0,33 persen atau 52,28 poin ke 15.921,57.

Para investor mengambil beberapa risiko lantaran data mengisyaratkan pembangun rumah sedang berjuang untuk memulai proyek di tengah biaya material bahan yang tinggi dan kekurangan tenaga kerja yang sedang berlangsung.

Saham perusahaan ritel Target Corp tenggelam setelah peringatan bahwa tekanan biaya merayap naik, memicu kekhawatiran perseroan untuk mengurangi keuntungan di pengecer. Pada akhir perdagangan, saham Cisco Systems Inc., pembuat peralatan jaringan komputer terbesar, merosot karena perkiraan pendapatan yang lesu, dirugikan oleh kekurangan komponen yang membuatnya sulit untuk memenuhi permintaan.

Menurut Chief Executive Officer Goldman Sachs Group Inc. David Solomon, pasar dapat menghadapi masa sulit di masa depan karena ekonomi berusaha untuk bangkit dari dampak pandemi yang tiba-tiba.

“Jika suku bunga naik, itu dengan sendirinya akan menghilangkan kegembiraan dari pasar tertentu,” kata dia.

Sementara itu, manajer portofolio senior JO Hambro Capital Management Giorgio Caputo mengatakan, inflasi jelas tidak sementara seperti yang diharapkan beberapa orang, tetapi ekonomi AS belum berada pada titik di mana secara definitif bisa dikatakan inflasi terjadi terus-menerus.

Kuartal terburuk S&P 500 sejak awal pandemi tampaknya telah mengusir beberapa investor yang masuk kategori do-it-yourself. Lonjakan perdagangan ritel yang dimulai saat lockdown kini telah mereda, karena total volume saham dari investor individu turun menjadi 19 persen pada kuartal ketiga, turun dari 24 persen pada awal tahun ini, menurut Securities and Exchange Commission dan data pasar yang dikumpulkan oleh Bloomberg Intelligence.

Berikut beberapa berita emiten yang menjadi sorotan:

  • Amazon.com Inc. sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan kartu kredit merek bersama yang populer ke Mastercard Inc. di tengah ketegangan yang memanas dengan Visa Inc., perselisihan telah mendorong pengecer untuk melarang kartu raksasa pembayaran di Inggris mulai tahun depan.
  • Chobani mengajukan penawaran umum perdana, mengungkapkan pertumbuhan yang stabil karena perusahaan terus membangun penjualan merek yoghurt senama.
  • American Airlines Group Inc. memperkirakan perjalanan akan pulih ke tingkat prapandemi pada tahun 2022, kata Chief Executive Officer Doug Parker.


Dicetak ulang dari Market Bisnis, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0
暫無留言。 來發表第一則觀點吧。

  • tradingContest