
New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street melemah pada Kamis (6/1/2022) menyusul aksi jual saham teknologi besar-besaran.
Dow Jones Industrial Average turun 170,64 poin, atau 0,4%, menjadi 36.236,47. S&P 500 kehilangan 0,1%, ditutup 4.696,05. Nasdaq 0,1% menjadi 15.080,86 karena aksi jual saham teknologi. Dengan demikian, Nasdaq telah turun 3 hari beruntun.
Beberapa saham teknologi melanjutkan penurunannya, karena investor keluar dari perusahaan bervaluasi tinggi. Tesla dan Netflix masing-masing turun 2%. Apple kehilangan 1,6%, Amazon turun 0,6%, dan Alfabet ambles 0,1%. Sementara Meta Platforms menguat 2,5%.
Saham yang sensitif terhadap suku bunga naik setelah risalah pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve (the Fed) Desember mengungkapkan bank sentral bersiap-siap menghapus bantuan ekonominya lebih cepat daripada yang ditargetkan. Para pejabat membahas pengurangan neraca Fed dalam upaya memutar kembali kebijakan moneter mudah era pandemi.
Saat investor mencerna risalah Kamis, ketidakseimbangan hasil Treasury 10-tahun naik ke level tertinggi di atas 1,75%.
Sementara saham Citi menguat 3,2%. Adapun Wells Fargo dan Bank of America bertambah lebih 2%. Saham energi membantu mendorong pasar karena kenaikan harga minyak mentah. Diamondback Energy menguat 4,6%, Devon Energy naik 3,7%, dan Occidental naik hampir 3%.
Rencana The Fed mengurangi jumlah Treasurys dan sekuritas berbasis hipotek muncul karena bank sentral sudah mengurangi pembelian obligasi dan akan menaikkan suku bunga setelah taper bertahap.
“Ada banyak investor baru di pasar yang belum pernah melihat kenaikan suku bunga,” kata Kepala Strategi Investasi SoFi, Liz Young.
Di tempat lain, saham Allbirds melonjak 12,2%. Saham Walgreens Boots Alliance ditutup turun 2,8%. Sementara saham Bed Bath & Beyond melonjak 7,9% setelah melaporkan kerugian pada kuartal ketiga.
Klaim awal asuransi naik ke 207.000 untuk pekan yang berakhir 1 Januari, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan 195.000. Data tersebut muncul sehari sebelum laporan nonfarm payrolls utama Departemen Tenaga Kerja, yang diperkirakan menunjukkan bahwa ekonomi menambahkan 422.000 pekerjaan pada Desember.
Dicetak ulang dari Berita Satu, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
