
Liputan6.com, Jakarta - ICDX mencatat nilai transaksi ekspor tumbuh positif sepanjang dua bulan pertama 2022. Nilai transaksi ekspor timah ICDX naik 50,21 persen menjadi hampir Rp 1,7 triliun.
Sedangkan untuk harga timah ICDX tertinggi hingga awal Maret mencapai USD 46.895 atau sekitar Rp 674,1 juta per metrik ton dan menjadi rekor harga timah Indonesia tertinggi sepanjang sejarah.
Kenaikan harga tersebut berdampak positif baik untuk smelter timah Indonesia dalam hal memberikan keuntungan bagi seller yang bertransaksi di ICDX, maupun bagi pemerintah Indonesia karena devisa yang diterima atas ekspor juga ikut meningkat.
"Tren positif kenaikan harga sudah terlihat sejak awal tahun, dipicu oleh masalah pasokan yang masih ketat di pasar, sementara dari sisi permintaan sudah berangsur pulih seiring dengan dibukanya kembali penguncian di negara-negara importir timah utama," ujar Research & Development ICDX, Girta Yoga, dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3/2022).
Girta juga menjelaskan hingga awal Maret, harga timah tercatat telah melonjak sebesar 18 persen sejak awal tahun ini.
Selain itu, isu global yang saat ini hangat dibahas, terkait konflik geopolitik antara Rusia-Ukraina secara tidak langsung juga berdampak pada pergerakan harga timah.
Meskipun komoditi yang paling terdampak langsung adalah komoditi energi, tetapi, komoditi energi ini ikut mempengaruhi perhitungan biaya dasar dari pelaku timah baik dari biaya produksi maupun biaya logistik.
Dicetak ulang dari Liputan6, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
