
Peluang duit masyarakat yang nyemplung ke investasi ilegal untuk kembali sangat kecil. Berkaca dari kasus-kasus sebelumnya, duit masyarakat yang nyempung ke investasi ilegal hilang.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III, Selasa (5/4/2022).
"Dalam modus serupa kami selalu mengatakan bahwa dalam banyak yang kasus kami tangani misalnya First Travel, Langit Biru dan beberapa kasus serupa, uang masyarakat hilang," katanya.
Dia mengatakan, hal itu terjadi karena transaksi penghimpunan dana publik digunakan untuk bisnis yang tidak memiliki pendapatan (revenue).
"Sehingga dia menjadi sesuatu yang mati tidak bergerak, harta kekayaan dan segala macam," katanya.
Maka itu, pihaknya tak menjanjikan apapun kepada masyarakat.
"Sehingga kami tidak bisa menjanjikan apapun juga kepada masyarakat. Tapi dari 345 rekening yang kami bekukan, di dalam ada secara keseluruhan Rp 600 miliar kurang sedikit," ujarnya.
Dicetak ulang dari Finance Detik, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
