Minyak mentah WTI mencetak kemenangan beruntun tiga hari untuk menyodok tertinggi tahunan yang ditandai pada bulan April, mengikuti kenaikan harian akhir-akhir ini.
Pemotongan produksi OPEC bergabung dengan pernyataan positif harga dari Arab Saudi, Rusia untuk mendukung kenaikan harga minyak.
Harapan suku bunga yang mudah, stimulus China dan mundurnya Dolar AS menambah kekuatan kenaikan WTI.
Data inflasi minggu ini dari AS, China akan sangat penting bagi para pedagang Minyak.
Minyak mentah WTI mempertahankan kenaikan ringan di sekitar $82,90 karena mencetak tren naik tiga hari sambil menyegarkan tertinggi empat bulan pada Senin pagi di Asia. Dengan demikian, emas hitam membenarkan pengumuman positif harga minggu sebelumnya dari Arab Saudi dan Rusia, serta suasana risk-on.
Yang mengatakan, Reuters mengungkapkan keputusan OPEC sambil mengatakan, "Panel menteri OPEC yang bertemu pada hari Jumat tidak membuat perubahan pada kebijakan produksi minyak grup saat ini." Berita itu juga menyebutkan pernyataan Arab Saudi yang menyarankan perpanjangan pemotongan produksi sukarela sebesar 1 juta barel per hari (bpd) hingga akhir September.
Pada baris yang sama adalah pernyataan dari Rusia karena berjanji untuk memotong ekspor Minyak sebesar 300.000 bpd pada bulan September. Selain itu, serangan pesawat tak berawak terhadap kapal perang Rusia oleh pesawat tak berawak Ukraina di pangkalan angkatan laut Laut Hitam Rusia di Novorossiysk juga mendorong tolok ukur energi.
Selain itu, kesiapan China untuk stimulus lebih lanjut, yang didukung oleh kekhawatiran terbaru yang berasal dari Topan Doksuri, juga menjadi penarik harga minyak mentah WTI.
Di tempat lain, mundurnya Indeks Dolar AS (DXY) setelah tren naik tiga minggu menambah kekuatan pada harga minyak mentah WTI. Konon, DXY mencetak tren turun tiga hari di dekat 101,95 pada saat penulisan.
Perlu dicatat bahwa Hitungan Rig Baker Hughes AS turun paling lambat dalam delapan minggu terakhir menjadi 525, yang pada gilirannya memungkinkan pembeli Minyak untuk tetap berharap, terutama di tengah angka pertumbuhan AS yang lebih kuat dan meredanya kekhawatiran inflasi.
Ke depan, data inflasi minggu ini dari China dan AS akan sangat penting untuk diperhatikan karena kedua negara ini adalah pelanggan minyak terbesar.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
喜歡的話,讚賞支持一下

暫無評論,立馬搶沙發