NZD/USD tetap defensif di dekat 0,5925, naik 0,25 hari ini.
Neraca perdagangan Selandia Baru mencatat defisit $15.810 miliar pada Juli YoY dibandingkan dengan defisit $-16,11 miliar.
China akan mengatur dukungan keuangan untuk menyelesaikan kekhawatiran utang pemerintah daerah.
Penjualan Ritel Selandia Baru, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell Berbicara akan menjadi fokus bagi para pedagang.
Pasangan NZD/USD menembus di bawah batas psikologis 0,6000 dan tetap di bawah tekanan selama awal sesi Asia pada hari Senin. Pasangan ini memantul dari level terendah sejak November 2023 di 0,5903 dan saat ini diperdagangkan di dekat 0,5926, naik 0,27% untuk hari ini.
Data terbaru dari Statistik Selandia Baru pada hari Senin menunjukkan bahwa neraca perdagangan negara tersebut mencatat defisit sebesar $15.810 miliar pada Juli YoY dibandingkan dengan defisit sebesar $-16,11 miliar pada bulan sebelumnya. Ekspor turun menjadi $5,45 miliar di bulan Juli dari $6,18 miliar di bulan sebelumnya, sementara Impor meningkat menjadi $6,56 miliar dari $6,29 miliar sebelumnya.
Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 5,5%, seperti yang diharapkan pada hari Rabu. Gubernur RBNZ Adrian Orr juga menawarkan sinyal hawkish untuk mengendalikan ekspektasi inflasi yang meningkat dan menyatakan bahwa suku bunga akan tetap pada level restriktif untuk beberapa waktu.
Selanjutnya, People's Bank of China (PBOC) mengatakan pada hari Minggu bahwa China akan mengatur dukungan keuangan untuk mengatasi kekhawatiran utang pemerintah daerah, menurut Reuters. Pelaku pasar akan fokus pada perkembangan headline ini. Perkembangan positif mungkin mengurangi kekhawatiran tentang efek limpahan dari krisis utang China dan kesengsaraan real estat. Hal ini, pada gilirannya, dapat membatasi penurunan Kiwi dan bertindak sebagai penarik untuk pasangan NZD/USD.
Di sisi lain, data AS yang lebih kuat dari perkiraan minggu lalu memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga lagi oleh Federal Reserve (Fed). Risalah FOMC menekankan pada hari Rabu bahwa inflasi tetap tinggi dan pengetatan kebijakan moneter tambahan mungkin diperlukan untuk membawa inflasi ke target. Sikap yang lebih hawkish dari Fed bisa mengangkat Greenback melawan saingannya.
Ke depan, Penjualan Ritel Selandia Baru akan jatuh tempo pada hari Rabu dan Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell akan berbicara di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat. Pidatonya akan memberikan petunjuk tentang panduan kebijakan moneter lebih lanjut dan memberikan arahan yang jelas untuk pasangan NZD/USD. Sementara itu, sentimen risiko tetap menjadi pendorong utama pasangan ini.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
喜歡的話,讚賞支持一下
