Ekonom Enrico Tanuwidjaja dan Ekonom Junior Agus Santoso di UOB Group menilai hasil Giro terkini di Indonesia.
Poin Penting
Posisi Current Account (CA) Indonesia pada 2Q23 tercatat defisit setelah tujuh kuartal berturut-turut mengalami surplus. CA mencatat defisit sebesar USD1,9 miliar (0,5% PDB), membalikkan surplus pada kuartal sebelumnya sebesar USD3 miliar (0,9% PDB). Neraca modal dan finansial mencatat defisit sebesar USD5 miliar (1,4% PDB), menurun dibandingkan surplus sebelumnya sebesar USD3,7 miliar (1,1% PDB). Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran (BOP) Indonesia pada 2Q23 mencatat defisit sebesar USD7,4 miliar dibandingkan surplus pada 1Q23 sebesar USD6,5 miliar.
Defisit CA sebagian besar disebabkan oleh defisit pada sektor jasa dan pendapatan primer sejalan dengan membaiknya perekonomian domestik dan pembayaran imbal hasil investasi langsung yang lebih tinggi. Defisit jasa yang lebih besar disebabkan oleh peningkatan impor jasa yang lebih besar dibandingkan ekspor, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke luar negeri. Impor jasa perjalanan meningkat hampir USD1 miliar pada 2Q23, sementara ekspor jasa perjalanan hanya meningkat kurang dari setengahnya.
Kami memperkirakan posisi CA Indonesia akan berubah dari surplus 1% PDB pada tahun 2022 menjadi sedikit defisit sekitar -0,3% pada tahun ini. Ketidakpastian kebijakan suku bunga Fed AS ditambah dengan sentimen risk-off di tengah perlambatan ekonomi global dan kinerja neraca keuangan yang lebih moderat adalah alasan utama perkiraan kami mengenai sedikit defisit pada posisi CA pada tahun 2023.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
