Poundsterling Turun Di Bawah 1,22 Karena Perang Israel-Hamas Mendasari Tema Penghindaran Resiko

avatar
· 閱讀量 66



 Pound Sterling menghadapi aksi jual karena situasi permusuhan antara Israel dan Hamas mengurangi suasana pasar.

 Kegiatan manufaktur dan konstruksi di Inggris sedang melalui fase rentan karena tingkat suku bunga hipotek yang lebih tinggi.

 BoE Bailey tetap yakin bahwa inflasi akan turun hingga 5% atau lebih rendah pada akhir tahun.

 Pound Sterling (GBP) terkoreksi pada hari Senin menyusul kemunduran jangka pendek karena konflik Israel-Hamas yang dimulai pada akhir pekan memperkuat tema penghindaran risiko.  Pasangan GBP/USD turun tajam karena Federal Reserve (Fed) diperkirakan akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga satu kali lagi, sementara Bank of England (BoE) mungkin akan mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk menghilangkan kekhawatiran resesi di Inggris.  ekonomi.


 Dalam perjuangan melawan tekanan inflasi yang terus-menerus, prospek ekonomi Inggris kehilangan ketahanannya karena memburuknya prospek permintaan.  Perusahaan-perusahaan Inggris enggan mengumpulkan dana dengan biaya pinjaman yang lebih tinggi, sehingga mengurangi permintaan tenaga kerja dan output secara keseluruhan.  Situasi ini diperkirakan akan tetap rentan untuk jangka waktu yang lebih lama karena BoE berjanji untuk mempertahankan tingkat suku bunga yang ketat sampai inflasi turun menjadi 2%.


 Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling terkoreksi tajam karena sentimen risk-off

 Pound Sterling melanjutkan koreksi di bawah support penting di 1,2200 karena suasana pasar sudah menjadi risk-off akibat perang Israel-Hamas.

 Suasana pasar secara luas suram karena konflik Israel-Hamas dapat menyedot pemain asing, sehingga dapat menyebabkan konflik global.

 Perang dimulai dengan kelompok militer Palestina Hamas menyerang Israel pada pagi hari tanggal 7 Oktober dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

 Pasangan GBP/USD pulih selama tiga sesi perdagangan berturut-turut minggu lalu setelah menemukan minat beli di dekat 1,2050 karena pembuat kebijakan Bank of England yakin akan pencapaian stabilitas harga.

 Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan pekan lalu bahwa inflasi bisa turun hingga 5% atau lebih rendah pada akhir tahun.  Hal ini menunjukkan bahwa Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak akan mampu memenuhi janjinya untuk mengurangi separuh inflasi menjadi 5,2% pada akhir tahun 2023.

 Pengambil kebijakan BoE Ben Broadbent melihat pencapaian stabilitas harga dalam dua tahun.  Dia lebih lanjut menambahkan bahwa ada “tanda-tanda jelas” bahwa suku bunga yang lebih tinggi telah menekan permintaan dan meningkatkan Tingkat Pengangguran.

 Suku bunga yang lebih tinggi telah mengurangi PMI Manufaktur dan Konstruksi Inggris secara signifikan pada bulan September.  S&P Global melaporkan PMI Konstruksi Inggris sebesar 45,0 pada bulan September, jauh lebih rendah dari ekspektasi sebesar 49,9 dan rilis sebelumnya sebesar 50,8.  Angka di bawah ambang batas 50,0 dianggap sebagai kontraksi.

 Ke depan, investor akan fokus pada risalah pertemuan Komite Kebijakan Keuangan (FPC) Inggris, yang akan dirilis pada hari Selasa pukul 09:30 GMT (16:30 WIB).  FPC adalah komite resmi BoE yang memantau permasalahan makroekonomi dan keuangan, yang dapat berdampak pada prospek pertumbuhan jangka panjang perekonomian Inggris.

 Minggu ini, data aktivitas faktor Inggris untuk bulan Agustus akan diawasi dengan ketat.  Data Produksi Industri dan Manufaktur diperkirakan akan terus mengalami kontraksi namun pada tingkat yang lebih lambat.

 Indeks Dolar AS (DXY) pulih setelah terkoreksi mendekati 106,00, didukung oleh sentimen pasar yang hati-hati dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) lagi setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang optimis untuk bulan September.

 Angkatan kerja AS mencatat 336 ribu lapangan kerja baru pada hari Jumat lalu, jauh lebih tinggi dari perkiraan 170 ribu dan rilis sebelumnya yang direvisi naik sebesar 227 ribu.  Tingkat Pengangguran tetap stabil di 3,8%, lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 3,7%.

 Tingkat upah bulanan tumbuh sebesar 0,2% tetapi lebih rendah dari ekspektasi sebesar 0,3%.  Tingkat upah tahunan melambat menjadi 4,2% vs perkiraan dan rilis sebelumnya sebesar 4,3%.

 Perekonomian AS tangguh karena kondisi pasar tenaga kerja yang ketat, belanja konsumen yang kuat, dan kebangkitan aktivitas pabrik.  Hal ini dapat menjaga tingkat inflasi yang terakhir dan meningkatkan ekspektasi pengetatan kebijakan lebih lanjut.

 Dolar AS diperkirakan akan tetap fluktuatif pada minggu ini karena investor akan fokus pada data inflasi konsumen bulan September, yang akan dirilis pada hari Kamis.

 Analisis Teknis: Pound Sterling menghadapi aksi jual di dekat 1,2250

 Pound Sterling menghadapi tekanan jual setelah merasakan barikade di dekat resistensi terdekat di 1,2250.  Daya tarik pasangan GBP/USD masih buruk karena sentimen pasar masih suram, dan investor khawatir terhadap prospek ekonomi Inggris.  Prospek GBP/USD yang lebih luas berkurang karena Exponential Moving Averages (EMA) 50 dan 200 hari telah menghasilkan Death Cross, yang memerlukan lebih banyak penurunan.  Potensi support ditempatkan di sekitar 1,2000

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest