Harga emas bergerak sedikit lebih rendah, diperdagangkan dalam kisaran $2.020-$2.024, mencerminkan sentimen investor yang berhati-hati.
Kekuatan lapangan kerja AS dan angka PMI mendukung kecenderungan The Fed untuk mempertahankan tingkat suku bunga saat ini.
Meningkatnya imbal hasil Treasury AS menunjukkan skeptisisme pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, yang merupakan pendorong bagi Dolar AS.
Harga emas mencetak sedikit penurunan pada hari Kamis setelah data ekonomi dari Amerika Serikat menggambarkan perekonomian AS solid berdasarkan angka ketenagakerjaan yang kuat. Aktivitas dunia usaha terus meningkat meski sudah mereda dibandingkan sebelumnya, sementara Risalah rapat kebijakan moneter terbaru Federal Reserve (Fed) memberi isyarat bahwa para pengambil kebijakan tidak terburu-buru menurunkan suku bunga. XAU/USD diperdagangkan dalam area $2.020-$2.024, turun sebesar 0,06%.
Pedagang XAU/USD tetap terhibur oleh data ekonomi yang sibuk di AS. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mengungkapkan bahwa klaim pengangguran pada minggu terakhir turun dibandingkan dengan klaim yang berakhir pada 10 Februari. Pada saat yang sama, S&P Global mengungkapkan PMI Flash bulan Februari yang beragam, yang tetap berada di wilayah ekspansif, memperkuat dugaan bahwa Federal Reserve AS (Fed) harus mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS meningkat dalam jangka pendek, sebuah sinyal bahwa investor masih skeptis bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan Maret atau Mei. Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru menekankan bank sentral AS berkomitmen tinggi untuk mengatasi inflasi meskipun risiko ekonomi cenderung mengarah ke sisi negatifnya. Para pengambil kebijakan menekankan bahwa mereka akan memutuskan untuk melonggarkan kebijakan melalui pendekatan yang bergantung pada data.
Risalah rapat FOMC menunjukkan para pejabat Fed masih ragu-ragu untuk menurunkan suku bunga terlalu cepat, dan menambahkan bahwa mereka tidak melihat hal yang tepat untuk menurunkan suku bunga sampai mereka memperoleh “kepercayaan yang lebih besar” terhadap inflasi inti yang bergerak secara berkelanjutan menuju 2%. Meskipun para pengambil kebijakan mengakui bahwa risiko untuk mencapai kedua mandat tersebut lebih seimbang, mereka tetap “sangat memperhatikan” risiko inflasi, meskipun risiko perekonomian cenderung mengarah ke sisi negatifnya.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
喜歡的話,讚賞支持一下

暫無評論,立馬搶沙發