- EUR/JPY menghentikan penurunan beruntunnya setelah pernyataan dovish dari menteri Jepang.
- Menteri Keuangan Jepang Suzuki mengindikasikan bahwa saat ini tidak kondusif untuk pengetatan kebijakan moneter.
- Euro menguat sebagai respons terhadap komitmen ECB untuk menegakkan langkah-langkah kebijakan ketat yang bertujuan mencapai target inflasi.
EUR/JPY naik lebih tinggi ke 161,40 selama jam perdagangan Asia pada hari Selasa, menghentikan penurunan beruntun lima hari. Yen Jepang (JPY) menghadapi tekanan ke bawah menyusul pernyataan Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki, yang menyatakan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat bagi Bank of Japan (BoJ) untuk memperketat kebijakan moneter. Dinamika ini memberikan dukungan untuk pasangan EUR/JPY.
Lebih lanjut, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda menyatakan dalam pidato parlemennya pada hari Selasa, "Ketika pencapaian target inflasi 2% dapat dicapai secara stabil dan berkelanjutan, kami akan mempertimbangkan untuk keluar dari suku bunga negatif. Jika inflasi mempercepat dan memerlukan pengetatan moneter, kami dapat menaikkan suku bunga tanpa mengurangi kepemilikan obligasi BoJ."
Di sisi lain, Christine Lagarde, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), mengambil sikap hati-hati dan menekankan pentingnya mengumpulkan bukti lebih lanjut sebelum mempertimbangkan penyesuaian suku bunga. ECB telah memilih untuk mempertahankan kebijakan moneternya saat ini, menegaskan kembali komitmennya untuk mengarahkan inflasi kembali ke tingkat yang diinginkan.
ECB telah dengan jelas menyatakan niatnya untuk mempertahankan langkah-langkah kebijakan yang ketat selama diperlukan untuk mencapai target inflasi. Sentimen positif seputar ECB berpotensi memperkuat Euro sehingga memberikan dukungan bagi pasangan EUR/JPY. Investor diperkirakan akan memantau dengan cermat rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Jerman yang dijadwalkan pada hari Selasa.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發