- Pembeli USD/JPY memilih untuk mengambil keuntungan di tengah kekhawatiran intervensi.
- Penjualan Ritel Jepang yang optimis mendukung JPY dan juga memberikan tekanan.
- Perbedaan kebijakan BoJ-Fed dapat membatasi penurunan menjelang data makro AS.
Pasangan USD/JPY melayang lebih rendah selama sesi Asia pada hari Kamis dan mengikis sebagian dari kenaikan kuat hari sebelumnya ke wilayah 160,85-160,90, atau level tertinggi sejak tahun 1986. Harga spot saat ini diperdagangkan di sekitar pertengahan 160,00an, meskipun tidak ada yang berarti. penurunan korektif tampaknya sulit dilakukan mengingat perbedaan suku bunga AS-Jepang yang besar.
Bank of Japan (BoJ) enggan memberikan rencana rinci pengurangan pembelian obligasi. Sebaliknya, komentar hawkish baru-baru ini dari pejabat Federal Reserve (Fed) menunjukkan bahwa bank sentral AS tidak terburu-buru memulai siklus penurunan suku bunga di tengah perekonomian yang masih tangguh. Hal ini, bersama dengan nada bullish di bursa ekuitas global, mungkin terus melemahkan safe-haven Yen Jepang (JPY) dan bertindak sebagai pendorong untuk pasangan USD/JPY, sehingga memerlukan kehati-hatian bagi pedagang bearish yang agresif.
Sementara itu, investor tetap waspada di tengah spekulasi bahwa pemerintah Jepang mungkin akan melakukan intervensi di pasar untuk menopang mata uang domestik. Bahkan, Wakil Menteri Keuangan Jepang Masato Kanda kembali menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil tindakan yang tepat jika fluktuasi mata uang yang berlebihan berdampak negatif terhadap perekonomian nasional. Selain itu, data Penjualan Ritel yang optimis dari Jepang, yang tumbuh sebesar 3% YoY di bulan Mei, memberikan beberapa dukungan kepada JPY dan mendorong beberapa aksi ambil untung di sekitar pasangan USD/JPY.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
