- Harga minyak semakin merosot di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek perekonomian Tiongkok.
- PBoC secara mengejutkan menurunkan Suku Bunga Pinjaman Utama sebesar 10 bps.
- Pencalonan Kamala Harris sebagai pemimpin Partai Demokrat telah meningkatkan ketidakpastian politik AS.
West Texas Intermediate (WTI), berjangka di NYMEX, melanjutkan penurunannya di bawah $78,00 di sesi Amerika hari Senin. Harga minyak melemah karena keputusan tak terduga Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) yang memangkas suku bunga acuannya menunjukkan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Tiongkok. Tiongkok adalah importir minyak terbesar di dunia dan ketidakpastian mengenai prospek ekonomi negara tersebut merupakan situasi yang tidak menguntungkan bagi harga minyak.
PBoC menurunkan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun dan lima tahun masing-masing sebesar 10 basis poin menjadi 3,35% dan 3,85%. Diperkirakan bahwa langkah penurunan suku bunga dari PBoC terjadi karena tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal 2 yang lebih lemah dari perkiraan. Data yang masuk menunjukkan bahwa perekonomian tumbuh sebesar 0,7%, lebih lambat dari perkiraan sebesar 1,1% dan rilis sebelumnya sebesar 1,5%.
Selain meningkatnya kekhawatiran akan permintaan, berkurangnya kekhawatiran akan ketatnya pasar minyak juga sangat membebani harga minyak. Catatan dari Morgan Stanley menunjukkan bahwa mereka memperkirakan pasokan dari negara-negara OPEC dan non-OPEC akan tumbuh sekitar 2,5 juta barel per hari pada tahun 2025, jauh di depan pertumbuhan permintaan.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
