Tulisan ini membahas tentang lonjakan pasar saham Indonesia baru-baru ini setelah keputusan kebijakan untuk menurunkan suku bunga acuan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai titik tertinggi sepanjang masa, tetapi beberapa saham unggulan mengalami keterpurukan dan dianggap sebagai pembelian yang baik untuk mendapatkan keuntungan. Saham unggulan seperti Astra International Tbk (ASII), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Gudang Garam Tbk (GGRM), Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) telah mengalami penurunan harga saham selama lima tahun terakhir, sebagian besar disebabkan oleh kinerja bisnis yang stagnan atau menurun. Analis percaya bahwa ASII memiliki potensi untuk pertumbuhan di masa mendatang karena pengetatan kebijakan moneter dan penurunan permintaan kendaraan. GGRM, UNVR, dan HMSP berkinerja buruk, terutama karena pengurangan bobot mereka di IHSG yang disebabkan oleh IPO baru-baru ini dan berkurangnya permintaan untuk produk mereka. TLKM juga terdampak oleh berbagai peristiwa terkini, tetapi diperkirakan akan pulih. Secara keseluruhan, pembeli disarankan untuk membeli saham ASII dan TLKM, dengan target harga berkisar antara Rp 3.900 hingga Rp 7.000 per saham. Berbeda dengan saham yang lamban, saham unggulan seperti ASII dan TLKM diperkirakan akan berkinerja baik karena kemampuan adaptasinya terhadap perubahan dan dukungan pemerintah. Analis yakin bahwa saham-saham ini memiliki potensi pertumbuhan positif dalam waktu dekat.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
