Pasangan NZD/USD turun dari 0,6250 karena Dolar AS berupaya menguat menjelang pengumuman kebijakan Fed Harker. Para pedagang memperkirakan penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Fed, yang menyebabkan sentimen pasar menjadi hati-hati. Indeks Dolar AS bangkit kembali dari level terendah tahunannya hingga mendekati 100,90, dan investor mengalihkan fokus ke data PMI global. S&P 500 dibuka dengan catatan bearish, yang menunjukkan penurunan selera risiko, yang juga membebani mata uang yang dianggap berisiko seperti Dolar Selandia Baru (NZD).
Ketidakpastian atas prospek suku bunga Federal Reserve telah membuat sentimen pasar menjadi hati-hati, dengan ekspektasi siklus pemotongan suku bunga yang lebih agresif daripada bank sentral lainnya. Ekonomi Selandia Baru berkontraksi sebesar 0,2% pada kuartal kedua, yang menyebabkan tekanan jual pada Dolar Selandia Baru. Dalam pasar "risk-on", investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset berisiko, sementara di pasar "risk-off", mereka membeli aset yang kurang berisiko karena khawatir tentang masa depan.
Aset utama yang perlu dilacak untuk memahami dinamika sentimen risiko meliputi pasangan mata uang asing seperti NZD/USD, USD/JPY, dan EUR/USD, serta indeks saham seperti S&P 500. Selama sentimen "risk-on", mata uang seperti Dolar Australia (AUD) dan Dolar Selandia Baru (NZD) menguat, sementara selama sentimen "risk-off", mata uang safe haven seperti Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY), dan Franc Swiss (CHF) menguat.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
