- Yen Jepang menguat karena para pedagang memperkirakan BoJ akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Jumat.
- Indeks Harga Konsumen Jepang naik menjadi 3,0% YoY pada bulan Agustus, mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023.
- Dolar AS menghadapi tantangan karena meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga Fed tambahan pada tahun 2024.
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap Dolar AS (USD) menyusul data Indeks Harga Konsumen Nasional (IHK) yang dirilis pada hari Jumat. Para pedagang kini berfokus pada keputusan kebijakan Bank Jepang (BoJ) di kemudian hari, dengan harapan mempertahankan target suku bunga jangka pendeknya antara 0,15% dan 0,25%.
Indeks Harga Konsumen (IHK) Jepang meningkat menjadi 3,0% tahun-ke-tahun pada bulan Agustus, naik dari 2,8% sebelumnya, menandai level tertinggi sejak Oktober 2023. Selain itu, IHK Nasional Inti, tidak termasuk makanan segar, mencapai level tertinggi enam bulan sebesar 2,8%, naik untuk bulan keempat berturut-turut dan sejalan dengan ekspektasi pasar.
Penurunan pasangan USD/JPY didukung oleh melemahnya Dolar AS (USD) karena meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve (Fed) AS pada akhir tahun 2024. Proyeksi dot plot terbaru menunjukkan siklus pelonggaran bertahap, dengan suku bunga median tahun 2024 direvisi menjadi 4,375%, turun dari perkiraan 5,125% pada bulan Juni.
Namun, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan dalam konferensi pers pasca-pertemuan bahwa Fed tidak terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan dan menekankan bahwa pemotongan suku bunga setengah persen bukanlah "langkah baru."
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
