
Baru aja Bappenas ngumumin kalau investasi semester I 2025 tembus Rp942 triliun, tapi cuma bisa menciptakan 1,2 juta lapangan kerja. Kalau dihitung kasar, itu artinya satu pekerjaan ‘menghabiskan’ sekitar Rp784 juta.
Pertanyaannya: beneran segitu mahalnya bikin satu kerjaan?
Gue pribadi bukannya anti investasi besar, tapi kalau hasilnya belum terasa langsung ke rakyat banyak, itu jadi catatan serius. Apalagi di tengah isu pengangguran muda dan PHK masif tahun lalu. Mungkin terlalu banyak proyek yang padat modal (capital intensive), bukan padat karya. Contohnya, infrastruktur besar, energi, dan teknologi, semuanya butuh duit gede tapi tenaga kerja relatif sedikit.
Dari sudut pandang trader, data ini penting karena bisa jadi sinyal arah kebijakan ke depan. Kalau efisiensi investasi masih rendah, pemerintah bisa mulai geser fokus ke sektor produktif dan UMKM, dan itu bakal ngaruh ke sentimen pasar domestik.
Kita harus mulai kritis: apakah pertumbuhan investasi bener-bener sejalan dengan pertumbuhan kesejahteraan?
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

-THE END-