Kenapa Rupiah Melemah? Begini Penjelasan Gubernur BI

avatar
· 閱讀量 226

Kenapa Rupiah Melemah? Begini Penjelasan Gubernur BI


Nilai tukar rupiah terus melemah dalam beberapa hari terakhir, meski Bank Indonesia (BI) yakin tren ini hanya sementara dan rupiah berpeluang menguat kembali.


Menurut kurs referensi BI (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.607 per dolar AS pada 22 September 2025. Sementara di pasar spot Bloomberg, Selasa (23/9) pukul 09.55 WIB, rupiah tercatat Rp16.618 per dolar AS.


Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Ia mencontohkan saat kebijakan tarif resiprokal AS diumumkan pada April 2025, rupiah sempat anjlok hingga di atas Rp17.000 per dolar AS. Setelah intervensi BI, kurs sempat kembali menguat ke Rp16.300, namun tekanan global beberapa hari terakhir kembali menekan rupiah ke kisaran Rp16.600.


“Dalam beberapa hari terakhir ada tekanan global maupun domestik, sehingga rupiah kembali melemah,” kata Perry dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (22/9).


Salah satu pemicu terbaru datang dari langkah Federal Reserve yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps ke 4,00–4,25%, pemangkasan pertama sejak Desember 2024.


Meski begitu, Perry optimistis rupiah akan kembali stabil bahkan cenderung menguat. BI disebutnya berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai langkah, seperti:

  • Intervensi pasar luar negeri dengan instrumen non-delivery forward (NDF).
  • Intervensi domestik lewat transaksi spot dan DNDF.
  • Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.


Selain itu, kebijakan moneter BI difokuskan menjaga inflasi tetap rendah dan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%.

“Komitmen kami jelas, nilai tukar rupiah ke depan akan stabil, bahkan ada kecenderungan menguat sejalan dengan prospek ekonomi yang baik,” tegas Perry.

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0
暫無留言。 來發表第一則觀點吧。

  • tradingContest