
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi (13/10), turun 17 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp16.587 per dolar AS di pasar spot.
Pergerakan mata uang Asia menunjukkan tren campuran. Peso Filipina menguat tipis 0,01 persen, sementara yen Jepang turun 0,50 persen. Dolar Singapura naik 0,03 persen, won Korea Selatan turun 0,04 persen, dan baht Thailand menguat 0,16 persen.
Kondisi serupa terjadi pada mata uang utama negara maju. Euro naik 0,04 persen, franc Swiss turun 0,08 persen, dolar Australia menguat 0,73 persen, dan dolar Kanada naik 0,01 persen.
Menurut Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas eskalasi perang dagang antara China dan Amerika Serikat.
Ia menjelaskan, meskipun indeks dolar AS turun cukup signifikan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif hingga 100 persen terhadap China, tekanan justru lebih besar pada mata uang negara berkembang seperti rupiah.
“Mata uang yang sensitif terhadap kebijakan tarif dan ekonomi China, seperti rupiah, cenderung lebih tertekan,” ujar Lukman kepada CNN Indonesia.
Untuk hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.500–Rp16.650 per dolar AS.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

-THE END-