
Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis pada perdagangan Jumat (20/2) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp16.896 per dolar AS, turun sekitar 2,32 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga tertekan. Yen Jepang turun 0,08 persen, yuan China melemah 0,05 persen, dolar Singapura minus 0,09 persen, dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,06 persen. Sementara itu, won Korea Selatan berhasil menguat tipis 0,03 persen.
Di kelompok mata uang negara maju, tekanan terhadap dolar AS juga terlihat. Dolar Australia tercatat melemah paling dalam hingga 0,46 persen. Euro dan poundsterling Inggris masing-masing turun 0,13 persen dan 0,20 persen, sedangkan dolar Kanada terkoreksi 0,16 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan penguatan. Selain itu, sikap hawkish pejabat bank sentral AS, Federal Reserve, turut menopang dolar AS.
Ia juga menyoroti ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Iran, yang menekan mata uang berisiko seperti rupiah.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS, dengan sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan penggerak pasar.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發